Awan Cemburu

Malam ini Aku kembali mengintip rembulan yang sembunyi dibalik awan. Sepertinya dia lagi malu denganku-itu pikirku. terkadang sebuah filosofi tentang bulan mengarah pada sebuah kerinduan yang sangat besar ingin disampaikan. kerinduan yang membuat seseorang menggigil dengan suhu derajat tinggi pula. sesekali kuserut kopi yang berada disamping kananku sambil tetap melirik keatas memandang bulan.

Rerumputan bertanya padaku dengan polosnya, “kenapa rembulan malam ini? ia tidak menyinariku dengan pantulannya! ada apa dengannya?”

Disampingnya, bebatuan yang masih berbekas beberapa coretan yang tidak halus lagi menjawab, “Bukan bulannya yang bermasalah, tapi awan yang masih menutupnya”

Aku tersenyum mendengar jawaban dari batu! yah,, memang tidak salah dengan apa yang di ucapkannya. Beberapa hari ini, langit tidak bersahabat dengan kita. dia selalu menangis  tiba-tiba dan aku sangat benci itu. tapi dibalik kebencianku, aku masih menyimpan rindu. sebab seseorang pernah berkata padaku melalui tulisannya;

kalau hujan itu gumpalan rasa rindu yang menguap naik ke awan,, dimana ketika rasa rindu tak lagi terperihkan dan telah sangat menyesakkan dada,, makaa rasa rindu itu perlahan akan jatuh menjadi titik titik hujan…

Yah, mungkin sekarang awan lagi bosan untuk menampung kerinduan kalian. awan sesekali cemburu padamu, kenapa ia hanya bisa menampung rindu kalian tapi ia tidak bisa merasakan sama sekali kata “rindu”.

Mungkin ini juga salah satu sebab mengapa ia menutupi bulan malam ini. ia memarahi bulan yang tak bosan-bosannya mendengarkan kerinduan kalian. ia marah, sebel dan benci.. sebab bulan tetap memberikan penerangan kepada kalian yang merindu, bagaikan harapan yang selalu membuat senyum mungilmu terlahir kembali.

Ternyata oh ternyata, malam ini aku tidak bisa berlama-lama menyampaikan rasa rinduku padamu.. sebab awan lagi cemburu melihat kita saling merindu..

Begitu saja! masih dengan malam yang berselimut awan, aku melonjorkan kaki panjang-panjang sambil berbalut baju hangat dan kunikmati kehangatan dari secangkir kopi yang kubuat.. oh iyah, handset yang masih setia ditelingaku sempat memarahiku karena tak menyebutnya..

Selamat merayakan malam kalian 🙂

Iklan

One thought on “Awan Cemburu

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s