Jaga Mulutmu

Akhir-akhir ini memang kebawaan mood buat nongkrong disini 🙂 . sekarang saya ditemani dengan secangkir teh sambil mendengar lagu india yang diputar dengan suara keras oleh tetangga kos sebelah. Putaran musik keras-keras ini bukan tanpa alasan, sebelum terdengar music sempat terdengar cekcok di dalam kamar itu. Walaupun saya tidak mengerti apa yang mereka katakan karena menggunakan bahasa daerah, Namun cukup miris mendengar kata-kata kasar yang terlontar spontan dengan suara tamparan yang beberapa kali diulang-ulang.

“Geleng-geleng kepala sambil sesekali memegang pipi” adalah tindakan yang sering saya lakukan ketika mendengar tamparan tadi. Terlihat jelas dengan mata kepala saya sendiri jika 2 saudara perempuan saling menampar dan tarik-menarik rambut. Yang bikin menjengkelkan itu ketika melihat ayah dan ibunya tidak berbuat apa-apa, hanya kata “berhenti” yang ia katakan namun nihil dengan tindakan.

jaga mulut

Suara keras mereka yang saling menghina suungguh keterlaluan jika dilakukan di pagi hari. Membuat semua orang terheran dengan apa yang mereka lakukan. Beberapa menit kemudian saya sudah mulai bosan dengan semua teriakan mereka. Saya berteriak kepada orang tuanya untuk membunyikan music atau apalah agar suara anaknya tidak kedengaran sampai keluar.

Ingatlah wahai kawandku terkhusus untuk kaum wanita, suara itu merupakan aurat bagimu. Jika diibaratkan, rambut dan suaramu itu bagaikan emas – jangan sampai kelakuanmu membuatnya menjadi besi berkarat yang tak mempunyai harga.

Sentak saya kembali teringat dengan nasehat bapak sewaktu masih hidup;

“Jangan sampai saya mendengar kalian (saya dan kakak) bertengkar di kampung orang. Jika itu sampai terjadi, lebih baik kalian berhenti kuliah dan kembali ke kampung buat jaga kambing”.

Permaknaan kata tadi itu sebenarnya mengingatkan kepada kita bahwa jangan sampai kita mempermalukan diri kita terlebih lagi keluarga gara-gara mulut dan kelakuan kita di daerah orang. Apalagi itu hanya masalah sepele yang di umbar dengan mulut dan dikeluarkan dengan suara yang keras dibalut dengan kata-kata kotor hingga ketaraf sampai terjadi saling pukul (Nauzubillah)….

Iklan

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s