Kopi Pahit Manis

Terima kasih karena (pernah) mencintaiku.
Tidak lagi bersama, bukan berarti berhenti mencintaimu.
Lenganku yang tak mampu memelukmu akan terus menengadah; meminta kepadaNya untuk kebaikan hidupmu.
Begitu sederhana, begitu istimewa. Saat jemarimu menggenggam erat jemariku, dan perlahan kau ucap: aku sayang kamu.
Kita pernah bahagia bersama, meskipun pada akhirnya aku dan kamu berpisah untuk mencari kebahagiaan dengan cara masing-masing.
Benar, perlahan aku mulai belajar melupakanmu, tapi ada satu hal yang akan selalu kuingat; ialah semua kebaikanmu.
Dalam cangkir kopiku, ada pahit manisnya merindukanmu.

Iklan

One thought on “Kopi Pahit Manis

  1. Nur Rahma berkata:

    Bener-Bener Nih kakak,,, Kata-katanya puitis banget dan ngena’ banget di sayanya hahahaha #Like banget kakak

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s