Sebuah Renungan : Pisau

jjjjjj

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, bapaknya memberikan setumpuk pisau dan mengatakan kepada anak itu untuk menancapkan sebuah pisau di pohon pisang yang tepat berada dibelakang rumahnya setiap kali dia marah. Dan, didapati pada Hari pertama anak itu telah menancapkan 30 bilah pisau ke pohon pisang setiap kali dia marah. Lalu setiap hari bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya dari pada menancapkan pisau ke pohon pisang.

Kemudian, tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal itu kepada bapaknya, dan bapaknya mengusulkan agar dia mencabut satu pisau setiap harinya jika dia bisa mengendalikan amarahnya. Hari-hari berlalu, dan anak itu memberitahu ayahnya bahwa semua pisau telah tercabut olehnya. Lalu sang bapak menuntun anaknya kepohon pisang dan bergumam “hmm.. anakku, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah, lubang-lubang dipohon ini. Pohon ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya.

KETIKA KAMU MENGATAKAN SESUATU DALAM KEMARAHAN, KATA-KATAMU MENINGGALKAN BEKAS SEPERTI LUBANG INI DIHATI ORANG LAIN

Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu, tetapi tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, luka itu tetap akan ada, dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik. Mari renungkan sama-sama mumpung kita akan saling memaafkan dihari kemenangan.

::: “Saya sebagai admin Celoteh Blog mengucapkan, Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga amal dan ibadah kita selama ramadhan berlangsung dapat diterima oleh Allah dan bisa menjadi pribadi yang bijaksana dan selalu menjauhi larangan-Nya. Amin” :::

Iklan

4 thoughts on “Sebuah Renungan : Pisau

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s