Cerita Kena Tilang

Hari ini aku kembali berkunjung ke blog Arif K Wijayanto. Aku membaca postingan menarik disana, “Kena Tilang”. Di akhir postingan, Kakak kece ini meminta kita para pembaca untuk menceritakan juga cerita jika pernah di tilang.

Tilang - From Kaskus.co.id

Tilang – From Kaskus.co.id

Aku juga punya cerita tentang “Kena Tilang”. Tapi sedikit berbeda dengan cerita kak Arif K Wijayanto. Alkisah, di Pertengahan bulan desember 2013, Aku menyiapkan semua surat-surat yang akan dibawa ketika mengendarai roda dua. Mulai dari STNK, SIM, KTP, Bahkan kondisi fisik motor juga aku perhatikan.

Mengapa?

Karena pada pertengahan bulan, Banyak sekali polisi-polisi yang lagi kere dan butuh duit. Sudah menjadi hal yang lumrah ketika di pertengahan bulan itu pasti akan banyak polisi yang turun kejalan guna mengais rezeki. Tahukan rezeki disini maksudnya apa…

Lanjut, Setelah semua persuratan dan kondisi fisik motor sudah di cek, berangkatlah aku ke kampus dengan perasaan aman dan nyaman. Dugaanku benar, polisi-polisi lapar itu lagi berkerumun di semak-semak tinggi disebuah jalan poros guna mengelabui para pengendara. Alhasil, banyak yang kena tilang. Banyak macamnya hingga mereka kena tilang, mulai karena tidak bawa SIM, STNK, bahkan KTP pun diperiksa. Kelewatan gak tuh?
Tapi tidak usah khawatir, jika polisi itu menilang…

Kenapa?

Karena kalau kamu punya uang, kamu akan bebas. Just Simple Like that…..

Paling murah berapa?

Lima puluh Ribu rupiah. Dengan lima puluh ribu rupiah, kamu akan bebas untuk melanjutkan perjalanan ke kampus. Tapi, polisinya juga pinter loh. Dia akan kembali menilang dijalur yang berbeda ketika waktu pulang ngampus. Alhasil, kamu akan membayar lima puluh ribu lagi. Jadi, di pertengahan bulan, kamu harus menyisihkan uang jajan kamu sebesar seratus ribu rupiah hanya untuk pak polisi. Tega bener….

Tapi, Mahasiswa lebih pintar dari polisi. Ketika pulang ngampus, kami melewati jalur berbeda walaupun tiga kali lipat jauhnya. Namun, Mahasiswa baru pasti akan sedikit apes karena masih belum mengetahui jalan selain tempat nogkrong polisi-polisi itu.

Pernah ada kejadian yang menimpa temenku. Aku dan dia pulang ngampus dan melewati jalan poros. Aku yang lengkap tetap percaya diri melewati mereka-mereka. Tapi ternyata oh ternyata, pas ngeliat ke spion #Eh temenku ditahan. Karena kondisi jalan yang menikung tajam, membuat orang-orang selalu tertipu dan tidak menyadari jika polisi sedang menunggu. Alhasil, Aku putar balik dan menghampiri temenku yang lagi bingung karena pertama kalinya ditilang. Kesalahannya memang besar sih. Sudah tidak ada SIM, STNK, Spionnya juga cuman satu. Apes bener deh dia. Jika dihitung-hitung, yang ia bayar pasti lewat dari seratus ribu rupiah. Dan yang menjadi masalah, uangnya cuman dua puluh ribu rupiah. Apes-Apes

Otak ku sedikit berjalan. Kebetulan, temen aku itu perempuan. Akhirnya, aku memberikan aba-aba untuk bermuka sedih dan harus dikasihani. Setelah itu, aku menyuruhnya untuk memegang uang dua puluh ribu rupiah ke pak polisi yang lagi menanti umpan selanjutnya. #Eh uang dua puluh ribu rupiah itu diterima dan temen aku dilepas. Bener-bener dah, kelewatan butuh sepertinya pak polisi ini.

Mungkin, ini juga yang membuat perut-perut pak polisi itu membesar. if you know what I mean…

Dari blognya kakak kece Arif K Wijayanto, Aku juga baru tahu kalau kena tilang,

Coba minta surat tilang warna biru. Itu surat tilang yang menandakan kita mengakui kesalahan kita, jadi nggak perlu sidang, cukup bayar denda. Dan dendanya nggak dibayar ke pak polisi, tapi melalui bank. Jadi nggak khawatir uang kamu bakal dimacem-macemin pak polisi donk. Tapi pak polisi pasti nggak ngasih yang warna biru, dia kasih yang warna merah. Artinya kamu melawan, dan harus disidang. Ini yang biasa dimanfaatkan oknum polisi nakal – www.Bangkoor.com

Iklan

2 thoughts on “Cerita Kena Tilang

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s