Pencapaian Terbesar 2014

Hello…
Beberapa jam lagi kita akan memasuki tahun 2015. Tahun dengan suasana baru dengan kejutan-kejutan yang siap mengejutkan kita pada bulan-bulannya. Tahun yang masih menjadi misteri tentang kejadian-kejadian dan peristiwa yang akan terlihat serta angan-angan perbuatan dan keinginan yang telah tersusun rapi.

Tapi, pernahkah kalian berfikir apa yang telah kalian lakukan ditahun sebelumnya?

Ditahun 2014, saya  cukup menghabiskan waktu untuk berjuang agar menggapai tambahan tiga huruf dibelakang nama saya. Alhamdulillah, Tiga huruf itu telah melekat tiga bulan sebelum pergantian tahun. And you know, itu merupakan pencapaian yang benar-benar sesuai target. Walaupun di bumbui dengan kekesalan, ujian, hingga kelelahan yang begitu memuncak, namun saya berhasil melalui setiap proses dengan penuh kesabaran. Dan, kesabaran saya berbuah hikmah.

pencapaian 2014

Pergantian tahun 2014, Alhamdulillah saya sudah menggenggam judul Skripsi yang akan saya teliti dan pertanggungjawabkan. Perjuangan untuk mendapatkan ACC judul itu cukup menguras emosi lantaran judul-judul yang dimasukkan atau direkomendasikan ke ketua jurusan sudah banyak yang telah mengambilnya. Susah tidur, sudah makan, dan update status di facebook maupun di twitter semuanya serba membahas judul penelitian. Terlebih lagi, judul penelitian itu menjadi ujian akhir salah satu mata kuliah yang harus diselesaikan sebelum melangkah ke step selanjutnya. Alhasil, perpustakan wilayah dan kampus menjadi tempat nongkrong selama akhir semester. Judul yang saya ajukan sendiri ada tujuh judul penelitian yang hasilnya ditolak semua. Macam-macam alasannya, entah ketua jurusan tersebut ingin menguji kesabaran atau bagaimana. Tidakkah ia tahu, mencari satu judul itu kita harus duduk berjam-jam diperpustakaan sambil berimajinasi sendiri untuk mengumpulkan ide-ide yang kemudian disatukan dalam sebuah judul penelitian.

Waktu ditolak, saya hanya memandang kertas yang penuh coretan dari ketua jurusan dan menghela nafas yang panjang sebagai tanda-tanda menyerah. Tapi, tuhan berkata lain. Tuhan mendatangkan ide secara tiba-tiba dengan stimulus untuk menggabung-gabungkan beberapa variabel dijudul satu kejudul lainnya. Setelah mengubrak-abrik semalaman ditemani kopi hitam pekat, alhamdulillah tiga judul sudah saya buat dan siap diajukan ke ketua jurusan. Keesokan harinya, saya dan kawand seperjuangan sudah menanti ketua jurusan di depan ruang jurusan. Ruang yang sama sekali tidak pernah tersentuh dari semester satu hingga semester lima. Pria paruh baya dengan santainya mengambil kertas permohonan judul penelitian. Ketika giliran saya, sumpah berdebar luar biasa. Apalagi ketika judul pertama yang saya ajukan dicoret, ugh! Menyebalkan sangat. Pokoknya selama proses pengajuan judul, entah berapa kali saya membuat sumpah yang jelek-jelek untuk ketua jurusan saya. Namun hari itu, saya berdoa kepada tuhan agar dilancarkan. Akhirnya, judul terakhir saya diterima. Bagaikan orang yang lagi menang jackpot, saya kegirangan luar biasa. Satu yang saya pelajari, doa dan usaha = berhasil.

Namun tidak berhenti disitu, karena step selanjutnya adalah melakukan bimbingan dan seminar proposal sebelum melakukan penelitian. Alhamdulillah step ini berhasil berjalan dengan mulus tanpa masalah sampai pada proses penelitian. Step pertama, kedua dan ketiga telah saya lewati, sekarang melangkah ke step selanjutnya. Namun, sebelum melangkah ke step selanjutnya, saya musti melakukan sesuatu yang di istilahkan dengan sub step. Sub Step itu adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama dua bulan di desa terpencil guna berbagi, belajar, dan mengambil ilmu dari masyarakat desa secara langsung. Bulan dua 2014, saya berangkat kedesa yang telah ditentukan dan menghabiskan masa-masa indah sekaligus haru hingga bulan empat 2014. Melakukan kuliah kerja nyata akan sangat indah jika didukung dengan kepala desa yang baik dan peramah, namun sangat mengecewakan jika mendapatkan yang sebaliknya. Dan, saya berada pada posisi yang mengecewakan. Kepala desa yang saya tempati bernaung, sungguh pelit luar biasa. Terlebih lagi, ia sangat dibenci dengan semua masyarakatnya. Namun, saya tetap bersyukur mendapatkan kepala desa seperti beliau. Sebagai koordinator desa yang telah ditunjuk, saya bisa mendapatkan banyak pelajaran untuk menjadi seorang pemimpin dan cara-cara jitu menghadapi kepala desa yang keras kepala #Ups hehe.

Bulan kelima 2014, saya kembali termenung karena syarat selanjutnya, belum juga kelar. Syarat itu adalah sertifikat Kuliah Kerja Nyata yang masih terpending di rektorat. Selama satu bulan itu, saya benar-benar kacau menunggu sertifikatnya. Lagi-lagi kesabaran saya kembali diuji. Alhasil, sertifikat itu keluar pada akhir bulan kelima 2014, bisa dibayangkan bagaimana jengkelnya mahasiswa akhir kala itu.

Next, sertifikat KKN sudah ditangan, selanjutnya melangkah ke step empat yaitu bimbingan skripsi. Disini, kertas lima rim habis tak tersisa karena coretan demi coretan dari pembimbing tak pernah ada habisnya. Satu halaman dicoret, semuanya diganti. Alhamdulillah, print saya tidak pernah mengalami gangguan ketika proses ini saya lakukan. Setalah melalui tahap demi tahap dari pembimbing, alhamdulillah saya lagi-lagi mendapatkan jackpot berupa tandatangan kedua pembimbing yang begitu baik membimbing saya, walaupun terkadang sangat susah untuk ditemui.

Step empat selesai, melangkah ke step lima yaitu ujian meja atau di kampus saya disebut dengan ujian munaqasah. Tapi sebelum melalui ujian tersebut, saya lagi-lagi harus melalui sub step yang disebut dengan konfren. Berhubung karena saya kuliah di universitas islam, saya harus melalui sub step yaitu konfren, walaupun jurusan saya bukan islami. Konfen adalah sub step yang benar-benar susah, karena disinilah pengetahuan keislaman kita diuji. Sedikit ilmu agama yang kalian punya, maka semakin lama kalian mendapatkan gelar dan keluar dari universitas. Alhasil, saya kembali membuka buku-buku agama islam seperti fiqih, hadis, dan filsafat islam yang jika boleh jujur saya jarang sekali menyentuhnya kecuali semester dua kemarin. Namun, satu yang saya syukuri kembali, Saya mendapat pengetahuan islami yang sangat jarang saya dapatkan dan langsung dari ahlinya. Secara tidak sengaja, step ini membuat kita lebih dekat dan semakin mengkaji serta mendalami agama islam.

Berkali-kali saya gugur di konfren, tapi berkali-kali itupun saya mendapat pengetahuan yang luar biasa dari para ahli. Dan, tibalah para penguji meluluskan saya pada step-konfren. Alhasil, saya melangkah ke proses terakhir yang paling mendebarkan dan semakin dekat dengan tambahan tiga huruf dibelakang nama saya. Namun, persahabatan saya dengan dua orang laki-laki tiba-tiba pecah. Mereka menjadikan proses terakhir layaknya suatu audisi yang dimana kata “Saing” selalu melekat. Mereka berdua menjahui saya dan tak lagi membantu dalam proses terakhir.

Tidakkah mereka ingat ketika proses awal-awal, saya selalu menyempatkan ada untuk mereka?

Namun, saya tidak takut berjalan sendirian di proses terakhir ini karena saya tahu, saya masih punya Allah yang selalu setia mendampingi saya hingga akhir. Walaupun rasa kecewa masih melekat terhadap mereka hingga sekarang. Hingga tibalah masa dimana saya duduk didepan dua penguji munaqasah yang menjadi tahap akhir dari proses mendapatkan sebuah gelar. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan penguji dan berhasil saya jawab dengan baik dan bisa meyakinkan penguji jika saya mampu mempertanggungjawabkan penelitian yang saya lakukan. Alhamdulillah, Nilai sangat memuaskan diberikan para penguji kepada saya. Sementara dua kawand saya mendapat kecaman keras dari penguji mereka lantaran tidak bisa mempertanggungjawabkan skripsinya. Allah tahu, mana yang bisa dan tidak bisa. Jangan pernah menjadikan teman sebagai pesaingmu, karena tidak ada orang yang tidak membutuhkan bantuan orang lain. Jangan liat siapa yang menjadi pertama, tapi liat jalur yang mereka lalui hingga menjadi yang pertama.

Mungkin, itulah pencapaian terbesarku selama 2014. Menyandang gelar yang insya Allah bisa saya pertanggung jawabkan dengan baik. Toga dan baju wisuda adalah sebuah simbol, simbol yang akan sangat berarti dan begitu mengesankan memakainya ketika dilakukan dengan perjuangan yang begitu keras. Semoga di tahun 2015 yang beberapa jam lagi akan masuk, saya bisa semakin lebih baik lagi, semakin mempertahankan kejujuran, dan bisa memanfaatkan disiplin ilmu yang saya punya untuk orang banyak, bangsa dan negara. Karena kesuksesan terbesar itu adalah ketika kamu bisa bermanfaat bagi orang banyak. Amin Ya Allah 🙂

Ugh, tidak sabar melihat kemeriahan Kembang Api. #SelamatTahunBaru

Makassar, 31 Desember 2014 (17:00)

Tulisan Ini menjadi Pemenang ke-Tiga Pada Kompetisi Menulis Perjuangan di 2014

Iklan

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s