25 Maret

Aku ingin mengingat sebuah peristiwa. Peristiwa disaat diriku mau memasuki semester akhir. Peristiwa yang sudah kesekian kalinya terjadi padaku, namun hanya dia yang bisa memberikan senyuman simpul pada bibirku sampai saat ini. Peristiwa seorang perempuan yang menyatakan cinta padaku tepat pada tanggal yang benar-benar kuharapkan sedari dulu. Ah, Inilah cerita diriku, cerita seorang laki-laki yang ditembak oleh seorang perempuan.

25 maret

Pertemuan pertama kami berasal dari seorang perantara. Seorang perantara yang ternyata merupakan teman dekat kami berdua. Tidak heran memang, walaupun kampusku dan kampus dia yang bisa kusebut dia dengan nama inisial R sangat jauh, Namun kami masih bisa saling bertemu dan saling memandang melalui empat mata kita yang masing-masing telah mentok saat pandangan pertama. Ah, moment itu memang sering buat bibir ini dingin dengan sendiri jika mengingatnya. Haha.

Ah, aku jatuh cinta lagi malam ini. Pikirku. Jatuh cinta dengan perempuan yang masih sama. Tidak ada yang melarangkan?

Aku jadi ingat peristiwa malam itu. peristiwa yang membuat saya ingin mempercepat waktu untuk bisa berlalu. Peristiwa yang terjadi tepat pada senja menyongsong dengan oranyenya. Peristiwa yang membuatku berdebar-debar, padahal hanya melalui pesan singkat yang ia coretkan di ponsel genggamku. Peristiwa yang membuatku tak bisa tidur guna mempersiapkan kata-kata pertama yang ingin aku ucapkan  ke dia yang baru kukenal beberapa bulan terakhir ini.

Yah, besok aku akan bertemu dengannya kembali. Pertemuan kedua yang kami lakukan secara empat mata. Memang, sebelum pertemuan itu kami hanya saling berkomunikasi melalui pesan singkat selama beberapa bulan terakhir dan baru sekali bertemu. Itupun, ketika teman dekat kami saling memperkenalkan kami masing-masing.

Waktu sudah mulai bermain denganku. Bermain untuk menguji kesabaran menunggu. Ah, waktu saja cemburu jika kita ingin saling bertegur sapa kembali. Ayolah waktu, banyak sekali yang ingin aku sampaikan padanya kali ini. Seperti kata “rindu” sedang memainkan rasanya saat itu.

Jam yang aku tunggu-tunggupun datang, seperti ingin terbang saat itu. Aku berangkat dan menunggu dibawah pohon yang rindang didekat kampusku. Aku paling tidak suka menunggu. Namun, saat itu menunggu adalah hal yang paling mengasyikkan dan menyenangkan bagiku. Inikah yang namanya cinta? Inikah yang namanya cinta pada pandangan pertama? Ketika cinta telah menyentuh selubung hati seseorang, maka aku tidak bisa begitu saja terlepas darinya. Kali ini, aku akan terpenjara dibawah naungannya. Sungguh, ini membuatku gelisah.

Lalu, ia semakin mendekat dengan baju berwarna pink-nya dan rambut yang ia biarkan terurai lurus. Layaknya sebuah sinetron FTV, rambutnya diterbangkan sesedikit oleh angin yang menerpa. Aku mulai menghitung langkahnya. Tiga, dua, dan satu.. Ia berdiri didepanku sambil tersenyum. Senyuman yang membuatku spontan menjadi orang bodoh yang tak tahu harus berbuat apa. Senyuman yang mambuat aku lupa kata-kata romantis yang aku rangkai khusus pada malam harinya. Ah, Sungguh memalukan.

Hei, jangan tertawa begitu! Aku jadi malu untuk meneruskan ceritaku. Ini belum sesi romantisnya, sabar yah! Akan aku ceritakan semuanya.

“Sudah lama Nunggu? Maaf yah aku terlambat! Sedikit macet tadi” Jawabnya sambil tersenyum

Ah, senyum itu kembali menggertarkan kakiku. “Nggak kok, Baru saja” Jawabku gugup.

Dan, beberapa obrolan seputar kampus bahkan kehidupan pribadi menjadi bahan untuk menghabiskan waktu kala senja sedang bermain dengan warna oranyenya. Warna yang tiba-tiba menurutku romantic dengan kilaunya. Warna yang menyejukkan setelah sengatan matahari yang sangat panas. Ibarat pelangi yang muncul setelah hujan menyapa.

Ah, kalian tahu! Selama obrolan atau bisa saya sebut dengan “Kata Pengantar” itu berlangsung, entah kenapa saya merasa nyaman. Rasa canggung dan seperti orang bodoh yang selalu salah tingkah ketika ia pertama kali menyapa masih ada sampai sekarang. Apalagi ketika ia membisikkanku kata cinta dibagian kuping kananku dengan suara lembutnya. Ah, Aku menjadi sedikit bodoh jika membahas itu semua.

Dan, layaknya sebuah sinetron yang selalu menuliskan kata bersambung dibagian akhir tayangannya, begitu juga yang terjadi dengan kisah ini. Kisah yang kemudian berlanjut pada sebuah tanggal 25 maret yang merupakan hari spesial bagiku. 

Episode itupun berlanjut, tepatnya episode yang jika ditayangkan sudah memasuki episode 20. Episode yang cukup matang untuk mengungkapkan perasaan yang ada. Ah, Aku sudah tidak sabar. Hingga tiba jam dua belas yang bertepatan dengan hari kamis waktu itu.

Ternyata ia membuat sebuah kejutan untukku. Sebuah kejutan yang tak pernah kusangka-sangka darinya. Kejutan yang membuatku mencubit pipiku yang masih tertidur. Hari itu, ia mengetuk pintu kamarku.

“Suprize… ” katanya sambil tersenyum

Kalian tahu, ucapan yang dibalut dengan senyumnya membuatku gemetar tak karuan dengan suasana kaget dan masih mengantuk. Ia menutup mataku dan membawaku disebuah ruangan. Aku hanya melihat gelap. Tak ada yang istimewa disitu. Tapi, ternyata moment romantic itu terjadi ketika dia membuka penutup mataku.

Aku melihat cahaya. Bukan hanya seberkas tapi banyak sekali cahaya disitu. Cahaya yang berasal dari beberapa lilin yang ia manfaatkan dengan begitu indahnya. Ah, aku benar-benar terkejut dibuatnya. Halaman dipenuhi lilin melingkar dengan berbentuk hati yang disebelahnya terdapat sebuah pohon yang ia hiasi dengan lampu kecil-kecil yang senantiasa berganti warna. Di dalam lingkaran itu terdapat sebuah kue yang ternyata adalah kue ulang tahun yang ia siapkan padaku. Ia menarikku kedalam lingkaran hati itu dan menyuruhku duduk. Duduk bersila dengan mengucap harapan yang ingin dikabulkan sebelum meniup lilin.

Disaat Aku menutup mata dan mengucap sebuah harapan. Ia membisikkanku tiga kata melalui kuping kananku dengan lembutnya, “Aku Cinta Kamu”. Aku mendengarnya dan membuka kedua mataku kemudian meniup lilin yang terdapat pada kue itu. Dan serasa ada bisikan setan yang membalikkanku kemudian menatapnya, Aku mengecup keningnya sambil mengucap terimakasih atas kejutan yang tak terduga. Kukecup pipinya sebagai kecupan  kedua sebagai tanda terimakasih karena sudah berani mengatakan cinta padaku.

Tanganku dingin saat itu. Dan, Aku tidak mau kalah dengannya yang berani mengungkapkan perasaannya padaku.

“terkadang aku menunggu terlalu lama, hanya karena ingin mendapatkan waktu terbaik untuk mengungkapkan perasaanku terhadapmu. Mengenalmu, aku mengerti arti cinta, bahwa cinta itu tak perlu mengenal kata siapa aku atau kamu tetapi kita.. Mengenalmu, aku tak lagi mengenal kata menyerah, karna buatku, memperjuangkan cinta itu sampai maut memisahkan. Matamu, mengajarkanku arti cinta yang sesungguhnya dan tidak bisa kupungkiri jika aku bukan hanya suka ataupun sayang sama kamu tapi sudah real kumenyebutnya sebagai Cinta” kataku padanya

Ah, Kita adalah sepasang hujan yang ditangisi langit. Kelak, pelangi adalah pertanda kita pernah ada. yakinlah jika kelak kita kan mencapai kebahagiaan berdua. Yakinlah, mencintaimu lebih dari apapun yg aku tulis disini.

Di malam yang masih penuh dengan keromantisan seperti ini, Ingin rasanya kumendengar dirimu mengatakan cinta padaku kemudian akan kubalas lagi mengatakan “Aku Cinta Kamu”. Dan, kudapati diriku berdebar-debar dengan perasaan yang benar-benar tak karuan. Sambil masih merasa bergetar, aku persembahkan tulisan ini untuk dia dan untuk kamu. Iyah, kamu yang lagi setia membaca postingan ini.

Untuk Inisial R yang telah menyatakan cinta kepadaku, terimakasih sudah menjadi seorang wanita yang kuat. Terimakasih sudah menerimaku apa adanya dan bukan ada apanya. Terimakasih sudah tulus mencintaiku dengan sepenuh hati. Terimakasih sudah membuatku merasa nyaman terus dalam menjalankan hubungan ini. Sekali lagi, “Aku Cinta Kamu”

Ah, Sepertinya sekarang saya kembali merasa berdebar-debar.

Sepertinya.

Tulisan Ini menjadi Pemenang Pertama Cerita Fiksi Romantis

Iklan

4 thoughts on “25 Maret

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s