HaLLo Polantas, Masih Macet?

pHOTO (9

Kemacetan lalu lintas merupakan hal yang sudah biasa dialami oleh pengguna jalan raya. Kemacetan bukan hanya masalah bagi warga di ibu kota melainkan sudah merambak ke kota–kota kecil di indonesia. Oleh karena itu, pemerintah, aparat dan masyarakat mendapatkan PR untuk menuntaskan kemacetan. Polantas yang mempunyai tugas di lingkup lalu lintas, dituntut menghasilkan berbagai cara mengatasi kemacetan. Selain itu, masyarakat memiliki andil besar untuk berperan serta dalam menciptakan lalu lintas yang nyaman. Apabila permasalahan ini dapat ditanggulangi, maka pembangunan akan berjalan lebih efisien. Berikut beberapa harapan kepada polantas guna mengurangi kemacetan yang sering terjadi;

  • Koordinasi dengan Pemerintah

pHOTO (2)

Koordinasi bertujuan untuk menghasilkan kebijakan-kebijakan handal menuju penyelesaian terbaik. Saya mengharapkan agar Polisi lalu lintas melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk menghasilkan kebijakan sebagai berikut :

  1. Menggalakkan program keluarga berencana demi menekan pertumbuhan penduduk Indonesia. Hal ini dikarenakan salah satu penyebab utama kemacetan Indonesia adalah pertambahan jumlah penduduk yang terus naik sepanjang tahun. Jika pertumbuhan penduduk terus meningkat, maka bukan hanya kemacetan yang terjadi, tapi juga kemiskinan dan pengangguran yang akan memperparah kondisi bangsa Indonesia. Salah satu yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak pertumbuhan penduduk ialah dengan memperbanyak sosialisasi di media televisi guna membuat masyarakat paham dan mau mengikuti program keluarga berencana. Sekedar saran, jangan hanya berfokus di kota-kota besar dalam hal sosialisasi KB, tapi lebih diperbanyak sosialisasi di daerah-daerah yang masyarakatnya masih belum paham tentang dampak pertambahan penduduk dan sangat minim informasi, disebabkan tidak adanya media seperti televisi. Dan sebaiknya, sosialisasi juga dilakukan secara langsung di depan masyarakat, agar tidak ada ketakutan mengikuti program keluarga berencana.
  2. Mengurangi kendaraan. Hal ini penting untuk dilakukan, sebab pertambahan kendaraan di Indonesia tidak sejalan dengan pelebaran jalannya. Masyarakat sudah membeli 5 mobil tiap harinya, sedangkan pelebaran jalan paling cepat 1 atau 2 tahun baru bisa terselesaikan. Jikalau memang belum bisa terlalu dikurangi, maka perlu ada kebijakan perbedaan waktu pulang antara pelajar dan karyawan. Membeludaknya kendaraan saat macet, disebabkan kesamaan waktu pulang antara pelajar dan karyawan.
  3. Menaikkan pajak kendaraan. Tapi saran saya, kenaikan pajak kendaraan musti dilakukan berdasarkan penghasilan pengendaranya [sesuai ekonomi masyarakat] sebab jika diratakan, maka yang kaya semakin menikmati kenikmatan hidup, sementara yang miskin semakin melarat. Alhasil, akan terjadi protes dimana-mana jika kebijakan kenaikan pajak kendaraan disamaratakan.
  4. Memperbaiki & Menambah pelayanan transportasi umum. Kurangnya peminat transportasi umum didasari karena mereka merasa kurang nyaman dengan situasi dan suasana dalam transportasi umum. Panas, berdesakan dan bau akan mengganggu penikmat transportasi umum. Saran saya, perbaiki transportasi umum sehingga benar-benar layak dan nyaman. Siapa sih yang tidak ingin naik di kendaraan yang bersih, nyaman, dan tidak berdesak-desakan. Selain itu, turunkan harga tiket transportasi umum ketika jam berangkat dan pulang sekolah/kerja. Ini semua dilakukan demi membujuk masyarakat untuk lebih mencintai transportasi umum. Khusus biaya parkir dan TOL juga musti diperhatikan, alangkah lebih baiknya biaya parkir dan tol untuk kendaraan pribadi di naikkan. Sedangkan kendaraan umum tetap pada biaya standar. Hal ini akan menekan pengendara yang tadinya menggunakan kendaraan pribadi beralih ke kendaraan umum. Kalau perlu, demi mendapatkan kenyamanan penumpang kendaraan umum, alangkah lebih baiknya bus sekolah musti ditambah guna menekan para pelajar menggunakan kendaraan pribadi. Bahkan sangat diharapkan juga jika kementrian pendidikan mengharuskan tiap sekolah agar setiap siswa wajib kesekolah menggunakan bus sekolah.
  5. Mengalokasikan (membuat) tempat khusus untuk DEMO. Salah satu penimbul kemacetan parah yaitu para penyampai aspirasi masyarakat yang terkadang turun ke jalan tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkannya. Alangkah bagusnya, ada tempat khusus untuk menyampaikan aspirasi, seperti lapangan atau daerah kosong, tapi dengan catatan bahwa pemerintah pasti akan merespon setiap aspirasi yang dilakukan mahasiswa/masyarakat (minimal menanggapai secara langsung dengan mengutus perwakilan dilokasi aspirasi). Dengan begitu, ini akan memperkecil dampak demo yang suka membakar ban bahkan kendaraan milik orang lain saat menyampaikan aspirasi. Jika tempat demo sudah dialokasikan dan masih ada pendemo yang melanggar, silahkan lakukan penangkapan dan di hukum sesuai hukum yang berlaku di indonesia. Jika hal ini bisa dilakukan, maka akan menetralisir kemacetan yang tiba-tiba terjadi dikarenakan demostran yang turun ke jalan.
  6. Secara signifikan memperbaiki jalan yang rusak. Tidak bisa dipungkiri jika jalan yang mulus akan membuat kendaraan melaju dengan nyaman. Namun ketika jalanan mulai berlubang, maka kendaraan akan berhati-hati dan menurunkan laju kendaraan. Hal ini juga akan menyebabkan kemacetan jika terus dibiarkan. Untuk itu, sangat diperlukan untuk melakukan perbaikan jalan yang rusak secara signifikan.

============

  • Menertibkan jalan raya

pHOTO (3)

Membeludaknya kendaraan di jalan raya merupakan faktor kemacetan terparah. Untuk itu, diharapkan kepada polisi lalu lintas untuk;

  1. Memperbanyak koordinasi dengan organisasi tertentu yang dianggap bisa membantu di jalan raya. Ini pasti akan sangat membantu, mengingat polisi tidak bisa bekerja sendirian. Dalam koordinasi ini juga, dapat memunculkan perkiraan pembukaan jalan-jalan baru (by pass) yang dapat membantu saat terjadi kemacetan.
  2. Membuat koordinasi dengan Satpol PP agar bisa menertibkan pedagang asongan, kaki lima, bahkan tukang ojek/becak, yang memakai trotoar sebagai tempat menjajakan/menarik pelanggan. Hal ini dilakukan guna membuat kembali fungsi trotoar sebagaimana mestinya. Tertibkan pengemis, anak jalanan, bahkan pengamen yang beroperasi dipersimpangan jalan, sebab dapat menghalangi laju kendaraan yang bisa membuat kemacetan. Agar aman, sebaiknya dialokasikan sebuah tempat dimana para pedagang bisa menjajakan jajanan mereka, begitupun tukang ojek/becak. Hal ini juga akan memberikan pemikiran positif, agar tidak kembali ke trotoar untuk berjualan.
  3. Membuat jalur cepat atau jalan layang yang dikhususkan untuk transportasi umum. Jadi pada jalur cepat, yang boleh lewat hanya transportasi umum dan bukan pribadi. Hal ini selain bisa mengurangi kemacetan, juga bisa menarik masyarakat untuk lebih menggunakan transportasi umum.
  4. Menerapkan sistem 1 mobil pribadi = 7 Penumpang dan 1 motor pribadi = 2 Penumpang. Sistem ini akan sangat mengurangi kemacetan, sebab yang tadinya selalu menggunakan 1 mobil = 1 penumpang, bisa beralih ke 7 penumpang. Ini akan menghemat jumlah kendaraan yang akan mengisi jalan raya dan memperkecil kemacetan. Kalau perlu, tarif tol sistem ini diberikan potongan biaya khusus dan bisa melewati jalur yang saya sebutkan di poin ketiga. Ini
  5. Menghalang Bus/Angkot yang mengambil penumpang disembarang tempat. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya diperbanyak terminal mini khusus bus/angkot guna menetralisir angkot/bus yang selalu mengambil penumpang sembarangan.
  6. Membatasi kepemilikan kendaraan. Di Indonesia, 1 orang itu bisa memiliki 4 mobil, 5 motor dalam satu nama. Bahkan kendaraan mereka melebihi anggota keluarganya, Nah hal inilah yang bisa menyebabkan kemacetan. Alternatifnya, dibuat peraturan 1 orang hanya bisa memiliki 1 kendaraan dengan catatan, akan mendapat tilang ketika nama di STNK dan SIM berbeda. Untuk mengurangi protes warga, diharapkan peraturan ini jangan menjadi aturan mutlak yang berlaku diseluruh Indonesia, tapi hanya untuk provinsi-provinsi yang mengalami kemacetan terparah.
  7. Hilangkan parkir liar bersama tukang parkirnya. Kenapa saya menyebut bersama tukang parkirnya, sebab parkir liar lahir karena ada tukang parkir yang menjaga. Tempat bebas parkirpun, tukang parkir liar bermunculan. Sehingga orang yang malas bayar parkir, akhirnya memarkir kendaraannya secara sembarangan. Polisi lalu lintas harus memberantas petugas parkir liar yang seperti ini, karena secara tidak langsung dialah penyebab kemacetan dan kerisihan warga yang ingin memarkir kendaraannya.
  8. Melakukan penambahan dan perbaikan rambu-rambu lalu lintas. Sepanjang jalan, ketika rambu-rambu lalu lintas diabaikan, maka kemacetan bahkan kecelakaan tidak bisa dihindari. Rambu-rambu lalu lintas sangat penting, untuk itu diperlukan penambahan rambu-rambu ditempat atau daerah yang masih sangat minim akan rambu-rambu lalu lintas. Sedangkan polantas juga musti sering memperhatikan rambu-rambu yang mengalami kerusakan, agar secara signifikan diperbaharui jikalau ada yang rusak
  9. Menurunkan kecemasan masyarakat saat menggunakan transportasi umum. Polisi mempunyai tanggung jawab akan hal ini, sesuai dengan prinsip yang dipengangnya yaitu memberikan rasa aman terhadap masyarakat. Sasaran utama penyebab kecemasan warga adalah para pencopet, penodong, perampas, pengancam bahkan hipnotis. Untuk satu ini, saya serahkan kepada polisi tentang bagaimana stategi yang dapat dilakukan untuk menghilangkan para pencemas masyarakat saat menumpangi transportasi umum. Percaya atau tidak, transportasi umum akan ramai peminat ketika bersih, aman, nyaman, dan bebas hambatan.
  10. Pemimpin yang baik adalah pemberi contoh yang baik. Maksud saya disini, apa salahnya seorang polisi berkoordinasi dengan instansi lain untuk memberi contoh “Saya Suka Transportasi Umum”. Ada banyak cara yang dapat dilakukan, salah satunya yaitu membuat jadwal tertentu untuk naik transportasi umum pada saat berangkat dan pulang kerja. Bukan hanya polisi, tapi juga anggota parlemen, bahkan orang-orang penting dalam Negara Indonesia perlu memberi contoh seperti ini. Mungkin akan kelihatan janggal, ketika pas naik angkot ketemu sama pak polisi dan anggota DPR yang selalu terlihat di TV + duduk berbarengan dengan kita. Nah, polisi mungkin ditanya “Bapak kok tidak naik mobil pribadi?”. Nah disinilah sosialisasi secara langsung dapat diberikan kepada masyarakat bahwa “Mencintai Transportasi Umum” itu penting. Karena percuma kita berkoar-koar membuat aturan, tapi tidak diselingi dengan pemberian contoh yang baik.

==================

  • Perbaharui Sistem Tilang

pHOTO (5)

Sistem tilang-menilang yang dilakukan polisi terhadap masyarakat memang sudah diatur dalam undang-undang berupa sanksi-sanksi pelanggaran yang wajib ditilang. Tapi tahukah anda, ketika dilakukan tilang atau pengecekan surat-surat kendaraan bermotor dapat menyebabkan kemacetan. Berhubung kegiatan menilang dilakukan di jalan raya, alangkah lebih baiknya diadakan sistem perubahan dalam menilang. Hilangkan kertas tilang dan diganti dengan tilang elektronik. Tilang elektronik dapat dikembangkan dengan pembuatan perangkat oleh orang yang ahli dibidangnya. Sehingga kemacetan atau orang yang ditilang saat macet dapat terselesaikan dengan cepat dan tanpa hambatan. Kalau boleh saran, polisi yang ingin menilang memperhatikan kondisi dimana ia menilang. Tempat pengecekan kelengkapan kendaraan jangan dilakukan dijalan raya, melainkan tempat yang luas yang lewat dari trotoar, agar kenyamanan pengendara lain yang tidak tertilang bisa melaju dengan lancar.

================

  • Sosialisasi aturan dan sanksi Lalu lintas

pHOTO (1)

Saat macet, banyak warga yang berkendara di jalur yang tidak seharusnya, alhasil malah memperparah kemacetan. Saat ditilang, kebanyakan orang beralasan “LUPA” membawa surat kendaraan bahkan belum cukup umur dalam berkendara. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang aturan dan sanksi dalam berkendara. Untuk itu, diharapkan dan disarankan kepada polisi lalu lintas untuk terus melakukan sosialisasi secara langsung ketika pengambilan SIM, dan secara tidak langsung dengan memasang baliho/pamflet ataupun iklan disepanjang jalan yang berisikan aturan dan sanksi lalu lintas.

====================

  • Hilangkan Image Buruk Masyarakat terhadap Polantas

pHOTO (4)

Saat Tertimpa macet, banyak pelanggaran yang terjadi. Parahnya, Polantas seolah-olah tidak dianggap oleh masyarakat, akibatnya kemacetan semakin parah. Padahal Polantas merupakan bagian paling berpengaruh dalam lingkup lalu lintas, Mereka akan memberikan rasa aman, mengayomi dan memberi contoh ataupun intruksi kepada masyarakat ketika berlalu lintas. Tidak bisa dipungkiri bahwa kemuliaan martabat dan kehormatan anggota Polantas dapat dilihat dari besarnya penghargaan dan pengakuan masyarakat terhadap profesinya.

Tapi mengapa Polantas memiliki image buruk di masyarakat, hingga keberadaan mereka sering diacuhkan?

Seiring berkembangnya dinamika kehidupan, baik sosial, ekonomi dan politik, Polantas menjadi image buruk di masyarakat. Bukan dikarenakan memiliki senjata yang kapan saja siap disodorkan ke pihak yang melanggar hukum, tapi juga karena moral dan etika dasar polisi sudah hilang. Tak perlu jauh-jauh kita melihat bagaimana etika dan moral seorang polisi itu menjadi image buruk bagi masyarakat. Di jalan-jalan, tentunya kita sering menemukan polisi lalu lintas yang mangkal dan patroli disetiap sudut kota dan daerah. Tapi bukannya menertibkan pengguna jalan, namun mereka(oknum) justru merisaukan masyarakat dengan dalih penegakkan hukum. Pemerasan dan tindak tak terpuji yang tidak sepatutnya di pegang polisi, telah sering dilakukan. Bukannya memberi efek jerah, tapi justru memberikan kebiasaan pengendara untuk melanggar.

Namun Semuanya kembali lagi, bahwa manusia tidak ada yang tidak pernah melakukan salah. Dan tidak akan selalu salah, karena kebenaran juga pasti ada. Begitupun polisi, tidak semua aparat keamanan seperti itu, ada juga yang paling menjunjung tinggi prinsip kepolisian. Seperti video berikut yang menunjukkan polantas juga bisa menghukum anggotanya yang tak patuh aturan.

polisi 7 copy

Dibalik itu, tetap perlu dilakukan pembenahan demi menghilangkan image buruk masyarakat terhadap Polantas. Sebab jika image buruk masih melekat, maka apapun yang dilakukan polantas walaupun itu dengan niat baik sekalipun, akan tetap dianggap buruk oleh masyarakat. Sebaliknya, jika image menjadi baik, maka masyarakat akan lebih menghormati polisi sehingga kemacetan dapat diatur. Semuanya tergantung bagaimana cara kita menanggapi hal ini dengan cermat. Yang terpenting, kekuatan hukum tergantung bagaimana penegak hukum mampu menegakkan hukum secara Tegas, Jujur, dan Transparan.

=================

Semoga kemacetan bisa teratasi dan semuanya kembali merasakan jalan yang tak berpolusi tinggi. Solusi dan masukan itu tidak akan berarti, tanpa kesadaran diri masing-masing. Bukan hanya Masyarakat, tapi juga Aparat dan Pemerintah. Ini semua butuh kesadaran diri, mari memulai dari diri kita sendiri. Kalau bukan sekarang, kapan mulainya?

photo 7

Keterangan: 
Semua gambar dalam artikel ini diedit sedemikian rupa oleh Sang_Penceloteh. Bahan Editan diambil di Deviantart.Com dari Art User (Saradisini, deshane, toniart57, Renansa, titoyusuf, d2hi62j, drsadewa39, crossent21, rynobengawan, winarasetyo). Video didapat dari Youtube.com via user @wongsolo96.
Iklan

One thought on “HaLLo Polantas, Masih Macet?

  1. Ratmaniar Maliku berkata:

    Saran dan Harapannya keren banget.. Yakin deh kalau itu semua dijalankan dengan serius, akan mengurangi kemacetan di jakarta bahkan di kota2 kecil. Cuman saya suka dengan kalimat ini ” Ini semua butuh kesadaran diri, mari memulai dari diri kita sendiri. ” semuanya memang perlu kesadaran diri. tanpa kesadaran diri, semuanya akan sia2. Teguran keras juga kepada oknum2 polisi yang tdk bertanggung jawab terhadap tugasnya. Tidak malu yah pak/bu (oknum yg tdk bertanggungjawab) video2nya sudah banyak tersevar di youtube. jangan buat image buruk masyarakat terhadap polantas semakin parah… Semangat Pak POLISI. semangatnya khusus buat polisi yang masih setia untuk menegakkan hukum 🙂

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s