Semacam Ungkapan BENCI

Terkadang, saya sendiri dibuat bingung dengan situasi yang harus memaksa saya menilai buruk seseorang yang sudah bisa dikatakan sahabat karib. Kalian pernah dibenci dengan sahabat kalian tanpa alasan yang jelas? Hal inilah yang saya rasakan sekarang. Hal yang sampai saat inipun, saya berusaha menilai diri tentang letak kesalahan yang saya lakukan padanya.

ABBBB

Tidak habis pikir, kita yang dulunya sama-sama dalam hal apapun, kini terpisah dengan jarak yang sama sekali tidak saya mengerti. Ibarat orang bodoh yang kemudian dibodohi lagi sama orang yang benar-benar bodoh. Memang, terkadang kita harus instropeksi diri tentang sikap dan tingkah laku kita kepada orang lain, Namun terkadang juga kita sama sekali tidak mengetahui dimana dan apa yang harus kita instropeksi dari sikap dan tingkah laku kita yang sudah kita anggap benar.

Sampai saat ini, sahabat saya yang sebut saja namanya si A tidak pernah lagi bertingkah seperti biasanya. Entah menanyakan kabar ataupun sekedar menatap pun, tidak pernah ia lakukan. Bagaimanapun sikap seseorang yang tadinya ramah tiba-tiba menjadi acuh tak acuh, pasti selalu memberikan kesan yang sangat tidak baik. Terlebih lagi ketika kita tidak tahu permasalahnnya itu apa. Bosan dengan kebingungan yang benar-benar memusingkan, saya mencoba mengirim pesan kepadanya dan menanyakan langsung masalah yang membuatnya begitu dingin akhir-akhir ini, dan seperti dugaan, ia tidak membalas. Saya tidak berhenti sampai disitu, masalah ini kemudian saya ceritakan kepada salah seorang sahabatnya yang sebut saja namanya B. Perbincangan yang dilakukan dibawah mulut senja kala itu benar-benar gamblang dan lepas. Awalnya si B tidak ingin memberitahu, tapi setelah dibujuk akhirnya mau menjelaskan alasan si A bersikap dingin kepada saya.

Dahi saya berkerut mendengar penjelasan si B. Saya tidak habis pikir, ternyata kejadian itu yang membuat dia begitu dingin. Dan, saya pun legah karena dalam kasus tersebut saya merasa, kalau diri saya tidak salah. Kejadian yang tidak bisa saya sebutkan ini, adalah kejadian yang seharusnya saya yang bersikap dingin bukan dia. Saya mencoba share kepada semua teman dekat dan mereka sependapat dengan saya. So, I donโ€™t care all about Him. Terserah dia mau bersikap dingin sampai kapanpun karena saya tidak akan peduli. Seorang sahabat yang baik adalah orang yang selalu mengerti akan sahabatnya, Tapi apa yang harus dimengerti disini sedangkan dirinya sendiri tidak mengerti dengan apa yang ia lakukan.

Mencoba menghapus tinta hitam yang sudah terukir, Hari ini, saya berusaha berfikir positif dan mulai membuka diri, tidak ada salahnya meminta maaf walaupun kita merasa diri kita tidak pernah salah, karena kata maaf bukan berarti benar atau salah. Sekarang saya mencoba untuk kembali membuat akun facebook baru dan mengajaknya berteman setelah sekian lama ia blokir. Facebook adalah satu-satunya media untuk bisa mendiskusikan kembali permasalahan yang lalu dikarenakan dia sudah jauh disana. Iโ€™m Sure โ€˜Cause He know that We Always Together…

Inikah Ungkapan Benci? Mungkin!

Bagaimana dengan kamu? iyah kamu yang lagi baca postingan ini, punya cerita yang sama?

Iklan

8 thoughts on “Semacam Ungkapan BENCI

  1. Andra berkata:

    Ada saja hal-hal yang menarik ketika bersahabat..
    Saya mah kalau dalam situasi seperti itu (BENAR) cuek ajah. yang penting saya happy dan masih punya banyak teman. ngapain berteman dengan orang yang sdh tdk mau lagi berteman dengan kita?
    Bener gak Mas?

  2. Yoonha Copter berkata:

    Orang begitu mah ditinggalkan saja,,
    Jangan diperdulikan,, Dia saja nggak peduli jadi ngapain di pedulikan
    Stay Cakep saja hehehe Masih banyak yang mau jadi temanmu ๐Ÿ™‚

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s