Dream & Action

Dream for as long as you live.
Take action as soon as you are awake.
(-my own thoughts-)

Ketika saya menyemangati seseorang untuk “Terus Bermimpi”, terkadang di satu sisi terbesit kata melawan “kok terus bermimpi, Dikejar dong mimpinya”.

bhgv

Sekarang, bagaimana kalau kita satukan kedua kalimat tadi, ‘terus bermimpi’ dan ‘kejar mimpi’. Sepanjang nafas dan raga masih hidup, kita semua tentu memiliki mimpi dan tujuan. Siapa bilang! Pertanyaan “apa mimpimu” hanya ditujukan kepada anak kecil, semua orang berhak atas pertanyaan itu, entah kakek-kakek, nenek-nenek, atau siapapun berhak memiliki mimpi apalagi impian untuk terus bermimpi kemudian mengejarnya. Berbicara tentang ‘apa mimpimu’, sudah tentu banyak jawabannya. Tidak jarang, seseorang bermimpi untuk memiliki segalanya, mau apa langsung ada. Namun ada juga yang tidak ingin memiliki segalanya, namun ia hanya butuh kebahagiaan.

Hanya terkadang kita bermimpi melalui mulut saja, hanya terucap dan kemudian hilang. Ada orang yang bermimpi ingin menjadi seorang guru. Namun karena mimpinya hanya sekedar ucapan, akhirnya ia menjadi seorang seniman. Ada satu kalimat yang saya dengar ketika mengikuti seminar motivasi dari seorang pengusaha sukses. Ia berkata “be specific about your dreams”. Ketika kalian bermimpi, tuliskan mimpi itu secara spesifik. Mimpi yang kalian tuliskan secara spesifik itu yang akan menjadi jembatan dari segala aksi yang akan kita lakukan guna mewujudkan mimpi itu. Misalnya, kalian ingin mempunyai perusahaan sendiri, tapi perusahaan apa? Bidang apa? Bagaimana target pasarnya? Dan lain-lain sebagainya.

Kebanyakan kesalahan yang kita lakukan, adalah hanya berucap dan menunggu mimpi itu menjadi sebuah magic yang muncul secara tiba-tiba tanpa adanya usaha yang dilakukan. Namun, selain kita harus membuat secara spesifik mimpi kita, kita juga harus memperbaiki diri. Karena terkadang yang mencegah kita untuk meraih mimpi adalah diri kita sendiri. Terkadang kita merasa sesuatu itu terlalu rendah untuk dilakukan dan selalu mau memulai pada level yang tinggi atau yang terlalu baik. Itu semua ternyata dapat membatasi langkah kita untuk meraih sebuah mimpi. Yang paling penting juga, jangan cepat menyerah! Diuji dikit, eh langsung mundur. Jika kita termasuk dalam golongan yang juga melakukan kesalahan itu, nah mulai sekarang, mari kita saling memperbaiki diri masing-masing dan menyiapkan mimpi kita, sekaligus langkah-langkah konkret untuk mengejar semuanya.

Tidak ada sesuatu yang besar tanpa ada sesuatu yang kecil. Celotehan ini sebenarnya dibuat untuk bahan evaluasi pribadi, tapi semoga bisa bermanfaat bagi kalian yang singgah untuk membaca. Cukup sekian untuk malam ini. Selamat datang oktober. Saya siap melangkah menuju mimpi yang sudah saya susun dengan rapi. Kamu?

Iklan

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s