Semut Itu Keren

Ada yang menarik dengan kultum yang saya dengarkan lepas shalat magrib di salah satu masjid di Malioboro-Jogya kemarin. Dan baru kali ini juga saya bisa betah duduk sambil mendengarkan bahkan menyimak kultum yang dibawakan oleh salah satu mahasiswa UGM. Tema yang dibawakan cukup sederhana dan mungkin sering terdengar yaitu “Semut”, Mungkin ini juga yang membuat saya penasaran. Alhamdulillahnya, bahasa yang digunakan adalah bahasa yang mudah dipahami, sehingga saya bisa memetik pelajaran dari kultumnya dengan beberapa penjabaran yang secara tidak langsung timbul dengan sendirinya. Tiga kata – “Semut Itu Keren” yang kemudian muncul dibenak saya ketika usai mendengarkan kultum tersebut. Hal ini juga yang menyadarkan saya, bahwa ternyata banyak hal-hal disekitar kita yang sangat menarik untuk ditelisik.

233

Siang yang cukup terik, saya kembali mengikuti sebuah pertemuan di salah satu café. Ketika keadaan yang masih dalam status serius, saya dikejutkan oleh sebuah peristiwa. Sebenarnya, peristiwa ini hanya peristiwa biasa dan sering ditemukan. Tapi ada yang membuat saya terus memperhatikan sepotong kue yang bergerak sendiri dipojok dinding berwarna abu-abu dan tepat berada disamping sepatu saya. Benar saja, ketika saya melihat dengan jarak dekat, ternyata ada banyak semut yang menggotong sepotong kue dengan hiasan butiran coklat diatasnya. Seketika saya tercengang melihatnya, ternyata mereka yang kecil dan lemah bisa menjadi kekuatan yang luar biasa jika saling bekerja sama. Apa hikmah yang bisa kita petik dari kejadian ini?

Pertama, Mengajarkan kita agar tidak mudah menyerah. Terkadang, ketika seseorang telah melihat sesuatu yang sulit dan mustahil dilakukan dari awal, mereka akan berfikiran menyerah ketimbang mencoba. Padahal, sesuatu yang mustahil dapat berubah menjadi nyata ketika kita mau bekerja keras dan mencari solusi, strategi bahkan metode untuk mengubah kata “mustahil” menjadi “Nyata”. Bukankah semut itu sudah membuktikan kepada kita bahwa mereka yang terlihat kecil saja bisa mengangkat beban yang 100 kali lipat dari beban mereka. SO, just do it. Terus mencoba, dan lihatlah keberhasilan yang terbuka lebar di depan mata.

Kedua, Kebersamaan itu penting. Tidak ada orang yang bisa hidup tanpa bantuan orang lain, sebuah kesuksesan pun pasti tidak luput dari bantuan orang lain, entah itu disengaja maupun tidak disengaja. Bukankah semut itu juga memperlihatkan kepada kita, jika mereka tidak akan bisa mengangkat sepotong kue itu sendirian. Mereka memerlukan kawand bahkan segerombolan kawan untuk saling membahu agar sepotong kue itu bisa terangkat. Jadi, jangan pernah menganggap jika di dunia ini hanya ada dirimu seorang. Jalinlah komunikasi antar sesama, perbaiki tali silaturahmi dan bangun koordinasi yang baik agar tercipta penyelesaian masalah yang mudah dan cepat. Bukankah akan lebih mudah jika dikerjakan bersama?

Ketiga, Jangan pernah meremehkan orang lain. Ciri-ciri orang yang tidak bisa mencapai kesuksesannya yaitu orang yang selalu meremehkan dan merendahkan orang lain. Terkadang kita dikejutkan dengan seseorang yang tidak punya apa-apa ketika diusia muda, tapi ketika dia berusia mapan, dia mampu memiliki segala yang ia inginkan. Tidak ada yang mustahil di dunia ini selama kita mau berusaha untuk terus maju. Sudah sepatutnya jika segala fenomena dan peristiwa dilingkungan sekitar tidak semestinya diremehkan. Sebab pasti ada makna-makna dibaliknya.

Sebagaimana dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa “sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi serta perbedaan malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang yang mau berakal (Ulil Albab)” (Ali Imran/3:190).

“dan di bumi itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang hendak yakin, dan demikian pula dalam diri kamu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (Adz-Dzariyat/51:20-21)

Begitu saja celoteh saya untuk malam ini.
Mari menghabiskan malam dengan sesuatu yang bermanfaat. Salam 🙂

Iklan

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s