SUKSES ITU…?

sukses

Masih ditempat yang sama dengan waktu yang sama pula, Saya duduk dibawah pohon rindang yang berada disekitar alun-alun kota. Kota yang menjadi kota ke-empat yang akan menjadi sebuah memori. Tapi ada yang berbeda dengan memori yang akan saya simpan rapat-rapat. Memori tentang perkataan seorang kawand yang berbicara mengenai “kesuksesan”. Bagaikan sebuah tamparan keras yang begitu merasuk kerelung jiwa, sehingga saya berhasil menemukan ikhtisar dari apa yang sebenarnya harus dijadikan pelajaran dalam melangkah selanjutnya.

“Everything happens for a reason. If it does not happen, then it means that there’s just no reason for it to happen. Same with dreams. And the reason is working hard. Jika belum berhasil mencapai mimpi atau sebuah target, balik lagi ke diri sendiri. Harus tanya pada diri sendiri. Apakah kita sudah bekerja cukup keras untuk itu?”

Saya tertegun dan kembali berfikir jika prinsip saya selama ini sudah salah. Prinsip saya yang menyatakan “ketika kita sudah beberapa kali mencoba dan belum meraih target yang diinginkan, mungkin rezeki kita tidak disitu..” ternyata sama sekali tidak berlaku, karena kesuksesan itu berbicara tentang limited dalam mencoba dan kemauan yang besar. Tidak ada yang mudah dalam menjalani hidup terlebih jika keinginan kita mengubah sesuatu yang mustahil menjadi kenyataan.

AnywaySebagai manusia biasa, disatu sisi saya sering merasa minder terhadap orang-orang yang sudah terlebih dahulu menyandang status kesuksesan. Tak jarang, pikiran seperti “apakah saya bisa seperti mereka?” kerap hinggap dikepala.

Setelah mendengar kawand saya bercerita secara gamblang tentang filosofi kesuksesan, saya seperti ingin mengucap terimakasih karena sudah menampar seorang dreamer sepertiku bahwa:

Jalan hidup tiap orang berbeda kawandku, Lakukan apa yang ‘memang dirimu’ ingin lakukan dan perjuangkan. Boleh lihat dan mengagumi atau bahkan mempelajari cara orang lain, tapi kamu nggak harus exactly seperti mereka. Modifikasilah cerita yang sesuai dengan garis hidupmu. Lagi pula, parameter kesuksesan tiap orang itu BERBEDA. 

Ada sebuah parameter yang mungkin bisa diterima oleh banyak orang dan parameter ini adalah parameter yang paling sering saya ucapkan pada saat melakukan interview dalam melamar suatu pekerjaan:

Sukses adalah ketika kamu bisa bermanfaat bagi sesama.

Kawandku semua, ternyata satu-satunya cara untuk mengetahui bahwa kita bergerak ke atas adalah dengan membandingkan diri kita sendiri. Membandingkan diri kita yang sekarang dengan kita yang 2 atau 3 tahun yang lalu, bukan malah membandingkan dengan orang lain. Sekali lagi, setiap orang memiliki parameter mereka masing-masing.

Timeline tiap orang juga berbeda. Ada yang sukses dengan cepat, ada pula yang harus mengalami jatuh bangun selama bertahun-tahun. Tidak apa-apa, kalau kamu usaha, mana mungkin Tuhan mengabaikan pengorbananmu. Tuhan adalah Maha memberi, kita harus selalu camkan dan yakini itu. 

Makanya sekarang saya akan mengubah prinsip yang dulu menjadi, If it does not happen, then it means that there’s just no reason for it to happen. Means that we didn’t try hard enough. Try and try and try. Don’t forget the pray”

You’re one step closer
than you were yesterday
don’t give up

Iklan

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s