Terimakasih Kok Rugi!

citraraya1

Fotonya apa, judulnya apa :D.. Nggak lah, semuanya masih berhubungan. Foto diatas adalah hasil jepretan di perumahan CitraRaya. Alhamdulillah, saya kembali menang dalam kompetisi menulis. Kontes ini yang paling pertama ngebuat saya bela-belain terbang dari Makassar ke Tangerang, padahal pekerjaan numpuk dimeja dengan deadline yang hampir tiba. Ini bukan kali pertama menang kontes, tapi bersyukurnya saya bisa menerima secara langsung walaupun sempat membujuk setengah mati Big Bos buat izin.

Dibalik itu semua, saya bersyukur bertemu dengan para blogger kece (Sugeng Handoyo, Agung Herdiansyah, Rosidin dan Irwin Andriyanto ) yang sudah mempunyai banyak komunitas blogger. Ajrit, saya merasa paling kecil tentang komunitas blogger diantara mereka. Pokoknya keren-kerenlah mereka, sama seperti acara-acara di Ciffest CitraRaya yang sederhana tapi hadiahnya bikin ngiler coy :D. Ok! Kita beralih ke persoalan judul diatas. Diawali kejadian setelah acara di CitraRaya, saya naik bus ke Manga Dua atas saran salah satu Blogger yang namanya Rosidin, maklumlah saya awam di Tangerang. Diatas bus, saya bertemu dua orang laki-laki (sepertinya mereka ayah dan anak). Mereka mulai bertanya nama jalan yang saya sendiri tidak pernah dengar, tiba-tiba dari samping, seorang pria berbaju abu-abu nyahut dan memberi informasi bahkan menawarkan jasa tanpa pamrih kepada mereka untuk mengantar sampai ketujuan. Pria yang belum saya tahu namanya ini kemudian duduk disamping mereka dan mulai membuka percakapan panjang.

Saya turun ke terminal busway dan mengambil jalur ancol – kampung melayu, ternyata mereka juga ngikut. Ditengah perjalanan, kawand yang ingin saya kunjungi ini nelfon dan nyuruh buat ketemuan saja di monas. Ajrit, musti transit-transit busway jadinya. Sepanjang perjalanan, pria tersebut terus ngarahin bapak dan anak ini tentang tujuan mereka. Hingga sampailah ke pemberhentian busway yang kesekian kalinya, bapak dan anak ini langsung turun tanpa berbalik badan bahkan sekedar berucap “Terimakasih” kepada si pria tadi, juga tidak dilakukan. Well, kata “Tidak tahu berterimakasih” langsung terucap spontan di bibir saya kala itu.

Beberapa dari kita terkadang lalai dan lupa untuk berucap “Terimakasih”, bahkan tidak jarang ada orang yang mengabaikan kata tersebut karena dianggap tidak memiliki arti. Atau, jangan-jangan kalian termasuk dalam salah satu koloni yang paling gengsi mengucap kata “Terimakasih”?

Terimakasih adalah kata sederhana namun sangat memiliki kuasa. Kalian sebagai orang yang berucap, pasti akan merasakan hal yang berbeda setelah mengucapkan kata “Terimakasih” kepada seseorang yang telah memberikan pertolongan atau bantuan kepada kalian, entah itu masalah besar atau kecil. Dampak timbal balik yang dirasakan si penerima ucapan adalah perasaan yang begitu dihargai dan akan membuat ia merasa bahagia telah menolong kalian, bahkan kata “Orang ini Ramah” akan terucap dalam hati si penerima.

Yang ingin saya sampaikan disini, berterimakasihlah, karena sesuatu yang terjadi baik langsung, tidak langsung, sengaja atau spontan telah menyelamatkan kalian dari masalah sekecil apa pun itu. Kenapa harus sungkan dan canggung untuk mengucap kata “Terimakasih”, padahal itu sama sekali tidak merugikan kalian. Saya jadi teringat perkataan salah satu professor saya ketika kuliah dulu, beliau berkata “Orang yang bijak akan sangat meninggikan ucapan terimakasih ketimbang emas”. So, apakah kalian termasuk orang bijak? #Pikir 🙂

Iklan

7 thoughts on “Terimakasih Kok Rugi!

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s