Pondok Hijau

Mumpung ada sedikit waktu untuk menuliskan sesuatu, saya ingin bercerita dengan gamblang mengenai kejadian nyata. Kejadian nyata yang saya alami sendiri di sebuah pondokan hijau. Waktu itu, semester tujuh menyapa dengan semerawutnya. Semester yang mulai membuat pusing mahasiswa dengan berbagai persoalan pelit, mulai masalah nilai yang anjlok, deadline judul skripsi, pembimbing skripsi yang paling banyak aturan, hingga keuangan yang semakin menipis. Karena pikiran yang semakin kacau, berangkatlah saya ke salah satu pondokan teman yang namanya itu pondok hijau. Terdapat lima belas kamar di pondokan itu yang tebuat dari papan dengan batasan tiap kamar adalah tripleks. Kebetulan, kamar teman saya berada pada lantai atas. Satu barisan terdapat lima buah kamar dan kamar kawand saya tepat berada paling ujung.

Pondokan Hijau

Hari itu, saya memutuskan menginap untuk menemani teman yang lagi sakit. Senja pun lewat dan magrib-pun menyapa, saya pergi mengambil air wudhu dibagian belakang pondokan yang kebetulan letaknya berada pada bagian bawah dan musti menuruni beberapa anak tangga kayu. Disana, Terlihat sumur tua yang sudah dipenuhi lumut berwarna hijau. Disamping sumur, terdapat dua buah toilet yang pintunya terbuat dari kayu. Satu toilet sudah tidak bisa digunakan, pintunya pun sudah dimakan oleh rayap, bahkan daun-daun yang berasal dari salah satu pohon lebat juga ikut menutupinya.

Kesunyian begitu menikam ketika magrib menjelang, angin juga berhembus kesegala arah. Seusai wudhu, saya berniat kembali ke kamar teman saya. Saat menaiki anak tangga, perasaan mulai gak enak, bulu kuduk juga tiba-tiba merinding. Anehnya, lampu yang menerangi sisi lorong tiba-tiba berkedip. Sumpah, suasana kala itu benar-benar seperti di film-film horror. Saya pun mempercepat langkah, namun diseperdua perjalanan ke kamar teman saya, kaki saya kayak ada yang megang dan hampir membuat saya tersungkur. Sumpah, perasaan takut bermunculan begitu hebat.

Waktu kemudian berjalan begitu cepat. Lagi asiknya ngeblog dan update di sosial media, eh perasaan pengen buang air kecil mulai berasa. Pas lihat jam, tahu-tahu sudah pukul satu malam. Tanpa basa-basi, saya berlari menuju toilet karena sudah kebelet banget. Pas mendekat dari tangga, kaki tiba-tiba terhenti dan sepertinya menginjak sesuatu. Pas ngeliat kebawah, kok ada rambut. Rambut itu sangat lebat dan panjang. Setelah saya lihat dengan seksama, rambut itu terurai hingga menuruni tangga. Perlahan saya mencoba mendekat ke anak tangga, perasaan mulai gak karuan saat itu. Lampu di lorong juga mendukung banget dengan kedap-kedipnya. Betapa kagetnya saya ketika melihat penampakan dua sosok kuntilanak sedang duduk santai, satu diatas tangga sambil membelakangi saya dan yang satunya lagi duduk diatas sumur dengan rambut terurai kedepan. Pakaian ‘mereka’ serba putih dan kotor, bulu kuduk merinding hebat ketika salah satu kuntilanak tersebut tertawa dengan begitu melengkingnya. Anehnya, saya seperti ditahan untuk tidak lari oleh ‘mereka’, seperti ingin menunjukkan kalau ‘mereka’ benar-benar ada.

Beberapa saat kemudian, ‘mereka’ kembali terdiam. Kuntilanak yang di tangga tiba-tiba menghilang dan muncul disamping sumur, seperti mengisyaratkan kalau saya boleh lewat untuk ke WC. Baru kali ini saya mendapatkan perhatian dari sosok astral. Karena memang sudah kebeletnya, saya langsung turun dan berlari masuk kedalam WC. Kejadiannya tidak terhenti sampai disitu, pas saya keluar dari WC, ternyata ‘mereka’ masih saja duduk santai diatas sumur. Perasaan takut kembali menyerang, manakala saya berbalik ke arah samping dan menemukan sesosok pocong menggantung diatas pohon. Apes banget, mau menghindari pemandangan kuntilanak, malah yang didapat pocong dengan muka rata. Dengan tubuh bergetar, saya perlahan menarik nafas dan mulai membaca lantunan ayat suci sambil menutup mata, sebagai wujud penenang hati dan permohonan perlindungan kepada sang kuasa agar terus dilindungi dari makhluk-makhluk yang ingin mengganggu. Setelah hati tenang, saya perlahan membuka mata dan sudah tidak mendapati lagi sosok-sosok yang tadinya bermunculan dengan begitu menyeramkan.

Beberapa meter sebelum sampai dikamar teman saya, saya kembali dikejutkan dengan sosok hitam yang menembus pintu kamar teman saya kemudian keluar` menghilang. Saya dengan begitu cemas berlari menghampiri kawand saya, pas membuka pintu, betapa tenangnya hati ini saat mendapatinya melantunkan ayat suci. Pengalaman yang saya dapatkan itu kembali membuat saya sadar bahwa entah itu rumah ataupun kos-kosan bahkan pondokan manapun itu pasti ada ‘penunggu’-nya, entah itu di kamar tidur, dapur, gudang ataupun di toilet sekalipun. Terlepas dari ‘mereka’ usil atau tidak, sebaiknya kita tidak perlu takut atau ‘mereka’ justru akan semakin berani pada kita. Dan jika ‘mereka’ tidak usil, janganlah pula kita mencari masalah dengan ‘mereka’. Kita dan ‘mereka’ hidup dalam dunia yang berbeda namun berdampingan. Walau tak dapat dilihat, ‘mereka’ sebenarnya tetap ada di sekitar kita. Keselarasan itulah yang harus kita jaga. Perkuat iman, niscaya ‘mereka’  takkan pernah mengganggu kita. Amin

Sebenarnya masih ada beberapa kejadian mistis lagi yang ingin saya ceritakan, namun sepertinya tidak akan pernah ada habisnya jika semuanya harus ditulis disini. Walaupun pernah terjadi beberapa kejadian mistis, nyatanya teman saya masih tinggal di pondokan itu hingga julukan fresh graduate diraih.

Begitu saja, Terimakasih sudah membaca. Salam Penceloteh.

Iklan

One thought on “Pondok Hijau

  1. ara berkata:

    waduh ngeri amat gan
    saya kayaknya cuma berani di mimpi doang kalau ketemu nyaata bsa takut.
    Ini saya beneran merinding pas baca jam segini di rumah

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s