Jejak Hayalan

Selamat malam wahai para pecinta.
Sekarang, saya akan menuliskan kembali sesuatu tentang Dia. Dirinya yang dulu penuh dengan sejuta pesona dan elok dipandang, kini hanya berupa secarik kertas yang sudah ternoda, hitam dan pekat. Di sorot matanya, saya masih melihat api yang menggebu-gebu, mungkin dendam maksudnya. Dia hanya duduk tersudut, berpangku tangan sambil menekuk kedua lututnya sebagai sandaran. Dia bercerita tentang rasa yang tak mau kalah dengan apa yang orang lain miliki. Benar! Maksudnya adalah sifat iri sang hati dalam mewujudkan sesuatu yang sudah Ia hayalkan sejak lama. Hayalan yang terus membawanya menjadi seorang penghayal yang tak bisa berbuat apa-apa selain duduk dan memandang orang lain berhasil mendapatkan apa yang Ia hayalkan. Tak bisa dipungkiri, semuanya mengandung jejak yang terselubung rapi. Satu kebohongan lahir menutupi jejak yang diperbuat. Besoknya, satu lagi kebohongan yang kembali dilakukan demi menyelamatkan jejak yang diperbuat. Satu, dua, tiga dan sekarang sudah tak terhitung berapa kebohongan yang telah ia keluarkan hanya demi menyelamatkan jejak yang ia perbuat. Ia sadar, hanya kebohongan yang bisa mengubah pandangan orang di seberang sana, jika ia telah berhasil mendapatkan semua hayalan omong kosongnya itu.

jejak hayalan

Sekarang, ia mulai takut. Takut akan kebohongan yang bertumpuk demi menjaga hayalannya. Rupanya, dia juga tahu pribahasa tentang “sepandai-pandainya tupai melompat, tapi nantinya ia akan jatuh jua”. Ia sangat takut pribahasa itu terjadi pada dirinya. Sekarang, malam ini, detik ini, ia kembali bercerita untuk menghentikan kebohongannya itu. Dan yang saya suka, ia memilih DIAM dan tak mau lagi menanggapi apa yang diinginkan hayalannya itu. Wah! Malam ini mengajarkan saya bagaimana hidup ini berbicara tentang siklus proses yang tiada henti. Seperti kata orang, jika memang tdk bisa, kenapa musti dipaksakan. Semuanya telah dipaketkan untuk kita, karena TUHAN selalu tahu bagaimana memberi kita kabar baik akan hayalan itu!

Iklan

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s