Job Seeker, Tidak Takut JATUH

Pernah mengalami tidak, melamar disuatu perusahaan dan saat melewati serangkaian tes kalian lulus, namun tes terakhir yang menjadi penentu malah dinyatakan gugur?

Sakit hati gak?

Bagi para job seeker yang mentalnya tidak kuat, pastinya akan merasakan sakit hati yang luar biasa. Bagaimana tidak, waktu yang kita korbankan menjadi sia-sia tanpa ada hasil akhir yang memuaskan. Terlebih lagi jika pekerjaan tersebut menguntungkan dan sudah menjadi target dari dulu. Anehnya, ternyata saya mengalaminya. Lebih anehnya lagi, cara saya mengatasi agar tidak lama sakit hati, cukup dengan pemikiran klasik.

job seeker

Sebenarnya, sakit hati wajar, apalagi pekerjaan tersebut sangat diidamkan. Namun, kalian juga harus ingat, job seeker bukan kalian doang, istilah kasarnya nih, masih banyak pengangguran bahkan calon pengangguran di luar sana. Berbicara tentang pengalaman, saya pernah mendaftar di sebuah perusahaan yang kebanyakan job seeker menyukai perusahaan bahkan posisi yang sedang dibuka saat itu. Kagetnya, ketika saya melihat jumlah pelamar yang telah mencapai seribuan lebih, padahal batas umur untuk calon pelamar adalah 24 tahun.

Bayangkan saja, ada seribuan lebih sarjana menganggur dengan umur paling maksimal 24 tahun. Setelah saling bertegur-sapa, ternyata ada sebagian yang sudah bekerja, tapi itupun hanya pekerjaan sementara yang mempunyai batas dan ketidaktentuan benefit yang diterima. Selebihnya pure menganggur! Total Tes waktu itu adalah 6 tes. Alhamdulillahnya, dari seribu lebih saya masih bisa ikut pada tahap akhir dengan sisa pelamar berjumlah 30 orang.

Bayangkan saja, dari seribu orang, tersisa hanya 30 orang. Sejenak, saya merasa orang yang berutung :D. Namun, saat tes terakhir yang tersisa 10 orang, saya harus menerima kenyataan kalau saya gugur! Seketika keadaan menjadi rebut saat itu, ada yang marah, kesal, menangis bahkan lesu, Tapi anehnya, saya masih bisa tersenyum. Lebih anehnya lagi, saat berita ketidaklulusan saya kabarkan kepada orang tua dirumah, mereka malah tertawa yang diakhiri dengan kata “Mungkin Belum Rezeki”

Saya masih bisa tersenyum karena pikiran saya saat itu simple saja, “Bukan saya doang yang gugur, masih banyak yang gugur terlebih dahulu ketimbang saya :D. Nganggur? Kenapa takut! Yang nganggur bukan saya doang, masih banyak yang menganggur di luar sana bahkan umur yang jauh lebih tua dari pada saya”. Sekarang, saya harus menata diri, pelajari kembali yang salah dan menata rapi yang benar. Setidaknya, saya sudah merasakan bagaimana serangkaian tes sebuah perusahaan. Pelajari, kembangkan, ulangi lagi!

Tapi sekali lagi, mental dan semangat orang itu berbeda-beda. Jadi intinya, semuanya tergantung kalian. Berani bermimpi, artinya berani pula untuk jatuh. Seperti kata berani mencintai, artinya berani untuk merasakan sakit hati. Itulah. Kalau kalian siap untuk merasakan kejatuhan apabila gagal, maka bermimpilah untuk bekerja di perusahaan yang kalian idamkan. Kalau kalian merasa lebih baik menjaga kestabilan emosi kalian, maka ketika sedang menjalani proses, tenangkanlah emosimu, netralkanlah hatimu. Tetaplah bersemangat, tapi juga kontrol ekspektasimu. Kalian (dan saya) juga harus sadar, sebuah hasil itu ada di antara usaha, doa, dan ekspektasi. Balance everything.

Jika sudah berupaya sekuat mungkin namun belum dapat juga, ingat kata klasik, Tuhan memiliki rencana yang lebih indah dari mimpi-mimpi kita. Sesuatu yang pastinya terbaik bagi kita. Entah butuh waktu berapa lama bagi kita untuk menyadarinya. Selalu berbaik sangkalah pada Tuhan. Di tengah-tengah perjalanan, akan ada sisi dalam diri kalian yang ingin segera menyerah. I say, don’t. Sungai akan mengalir ke suatu muara, begitu juga dengan usaha kalian. Tuhan akan memberikan sebaik kerasnya usahamu dalam menggapai itu semua. Sebenarnya itu juga nasehat untuk saya pribadi agar saya bisa tetap semangat. Maklum, masih dalam proses menuju sesuatu yang sebenarnya aku geluti 😀

Ketika kamu sudah bekerja sangat keras, berulang kali, namun hasilnya tetap sama, yaitu: penolakan, mungkin ini saat yang tepat bagimu untuk berhenti sejenak, dan mengevaluasi lagi langkahmu sebelumnya. Adakah strategi baru yang bisa diambil? Apa yang salah dengan diri kita? Apa yang perlu diperbaiki? Orang kuat akan bekerja keras pada keesokan hari, tapi orang yang bijaksana akan melakukan perbaikan akan kesalahan yang ia lakukan sebelumnya dan mencoba lagi dengan cara baru yang lahir berdasarkan evaluasi kegagalan dan perencanaan baru yang lebih strategis.

Itu saja!
Semangat para job seeker out there, God be with us! 

Iklan

7 thoughts on “Job Seeker, Tidak Takut JATUH

  1. anonim berkata:

    Yups…Tuhan punya jalan yg trbaik untuk mimpi2 kita dn tetap brprasangka baik pada Tuhan… 🙂
    Harus pintar2 dlam mencari dn memanfaatkn PELUANG…iringi dgn do’a dn usaha…

  2. harda wijaya berkata:

    Selalu percaya bahwa tuhan itu tidak tidur. Ia selalu melihat usaha-usaha kita. Ia ingin menguji seberapa kuat dan sabarnya seseorang. Yakinlah, setelah melewati semua tahap yang diberikan oleh tuhan, ia akan memberikan kenikmatan yang tiada duanya.. Semangat untuk para job seeker. jangan malu jadi pengangguran 😀

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s