45 Ribu di Tanggal Tua

GAMBAR1

Tanggal tua alias menjelang akhir bulan, kadang menjadi dilema bagi kebanyakan orang. Tidak hanya anak kosan, orang yang sudah berstatus karyawan pun, akan terkena imbasnya jika tidak mengetahui bagaimana cara mengatur keuangan dengan bijak. Jika diawal bulan setelah gajian, karyawan biasanya menikmati weekend dengan cara hangout bersama teman atau bahkan liburan bersama keluarga. Maka saat tanggal tua tiba, mereka cenderung kebingungan ketika simpanan uang mulai menipis. Hal itu menyebabkan weekend hanya dilewati dirumah dengan malas-malasan dan melakukan pengiritan keuangan. Lain karyawan, lain pula dengan anak kosan. Jika diawal bulan setelah uang bulanan masuk di ATM, anak kosan cenderung berubah menjadi anak “konglongmerat” yang bisa membeli apa saja yang ia mau. Gosok dan Gesek kartu ATM pun paling sering dilakukan demi meningkatkan kualitas hidup. Saat tanggal tua tiba, mereka jadi terbiasa membeli obat sakit kepala, lantaran pusing memikirkan kebutuhan pokok yang tiba-tiba habis. Belum lagi para rentenir anak kosan yang menagih uang bulanan listrik dan sewa kontrakan.

Bagaimana, pernah mengalami hal dan kejadian yang sama?

Berbicara tentang tanggal tua, memang tidak bisa terlepas dengan peristiwa sulit yang dipenuhi dengan situasi yang dramatis. Sama halnya dengan saya, tanggal tua sudah menjadi tragedi aneh sepanjang hidup saya. Mulai dari menjadi anak perantau dan merasakan hidup sebagai anak kosan, bahkan sampai sekarang setelah berstatus sebagai karyawan. Saya mau share sedikit nih tentang pengalaman tanggal tua, salah satu pengalaman paling pahit sepanjang hidup yang pernah saya rasakan. Akhir tahun 2010, saya resmi menjadi seorang mahasiswa di kota Makassar. Saya melakukan semuanya dengan mandiri, mulai mengikuti tes hingga lulus menjadi mahasiswa, bahkan mencari kosan murah pun dilakukan dengan modal keberanian semata. Walaupun awalnya agak sedikit rumit, tapi bersyukur bisa melaluinya dengan baik.

Gambar 2

Saat awal bulan, tempat-tempat seperti Mall, futsal, bioskop, karaoke keluarga, café, makanan siap saji dan mini market adalah tempat tongkrongan yang selalu saja menarik dan wajib untuk dikunjungi. Belanja, belanja dan belanja adalah kegiatan rutin yang sepertinya harus saya lakukan, apalagi ketika saya melihat pakaian yang bisa membuat sisi ketampanan lebih terlihat. Seperti tidak mengetahui kondisi keuangan yang ada, pengeluaran terus saja saya lakukan hingga tibalah pada kondisi yang menjepit saya dengan kuat. Kondisi dimana keuangan sudah mulai menipis dan penderitaan pun dimulai. Ketika tanggal sudah mendekati kepala dua, posisi dompet sudah pasti seperti kopiah (tahu kopiah kan?). Parahnya lagi, rekening sudah tidak bisa ditarik lantaran saldo yang langsung anjlok mendekati angka nol. Di dompet hanya terlihat Pangeran Antasari dan Kapiten Pattimura yang seolah-olah menertawakan hidupku.

gambar3

Pernah kejadian, karena diawal bulan terlalu boros dan hidup yang tidak bisa terkontrol, belum mencapai kondisi tanggal tua, uang yang tersisa hanya Rp15.000. Bayangkan saja, uang Rp15.000 akan dipakai hingga akhir bulan, padahal posisi tanggal masih diangka 12. Setelah sakit kepala berkepanjangan, muncullah ide untuk meminjam uang ke salah satu teman. Apesnya, saat mau minjam uang, saya malah dilempar dari teman satu ke teman lainnya dengan alasan “tidak punya uang”. Sungguh, berasa jadi pengemis dadakan saat itu. Walaupun begitu, nasib yah nasib. Toh yang buat nasib keuangan memburuk adalah kelakuan saya sendiri. Setelah sekian lamanya berputar-putar mencari tempat pinjaman, akhirnya saya bertemu dengan salah satu kawan baik yang mau meminjamkan uangnya. Walaupun niat awalnya meminjam Rp50.000 namun dapatnya hanya Rp30.000, yah disyukurin saja, setidaknya total pegangan hingga akhir bulan adalah Rp45.000. Belum lama uang tersebut di tangan, eh tiba-tiba berubah menjadi Rp30.000, lantaran harus membayar listrik. Sungguh lengkap penderitaan saat itu!

Gambar4

Saya bukan tipe orang yang suka diet, namun demi menahan uang Rp30.000 tetap utuh hingga akhir bulan, saya terpaksa melakukan diet khusus. Diet khusus yang saya maksud adalah “Puasa”. Sebisa mungkin saya mengencangkan perut dan menahan lemas ketika mencium aroma makanan. Mata dan telinga sebisa mungkin ditutup dari akses ajakan ke tempat-tempat tongkrongan, sehingga tidak memaksa diri untuk sekedar mampir berbelanja. Setiap harinya, saya puasa tanpa sahur dan berbuka seadanya dengan menu karnifora yang tiba-tiba menjadi herbifora. Sebelumnya memang sudah seperti macan yang suka makan daging, tapi sekarang berubah jadi kambing yang suka makan daun-daunan. Untungnya, sisa mie instan yang dibeli bulan lalu masih ada, jadinya bisa hemat pengeluaran untuk berbuka.

Ternyata, diet khusus saya cukup berhasil dalam menghemat uang Rp30.000 tersebut, walaupun setiap mau ke kampus musti numpang sana-sini, bahkan sempat terpotong Rp10.000 untuk membeli tempe karena sudah bosan bermenu mie instan. Menjelang lima hari menuju akhir bulan, saya kembali dilanda nasib buruk. Uang yang tersisa Rp20.000 tersebut terpaksa harus ludes Rp15.000 untuk fotocopy bahan mata kuliah. Sempat kebingungan saat sampai kost, harus bagaimana untuk lima hari ini. Mau bertamu ke rumah teman tapi malu karena sudah keseringan, mie instan sudah habis, pasta gigi habis, sabun mandi sudah tipis, Pulsa juga habis, yang akhirnya berbuka puasa pun hanya dengan teh manis, itupun teh sisa kemarin.

Gambar 5

Keesokan harinya saya tetap berpuasa, walaupun masih bingung mau berbuka dengan apa. Lagi-lagi, saya harus kembali menerima kenyataan, jika uang Rp5.000 tersebut harus saya gunakan untuk naik angkot ke kampus. Sesampainya di kawasan angkot kampus, saya merogoh kantong kemeja, celana dan tas, tapi tidak menemukan uang sama sekali, Saya tertunduk sambil menghela nafas yang panjang, “sungguh teledor sekali saya ini!” geramku dalam hati.

“Apakah uangnya jatuh atau ketinggalan?” saya kembali bertanya-tanya dalam hati

Setelah duduk dan mencoba mengingat apa yang terjadi, akhirnya saya mengingat suatu kejadian. Saat perjalanan ke tempat angkot, saya melihat seorang ibu tua memakai seragam menyala sedang menyapu jalanan. Tanpa mikir, tangan saya mencari sisa uang yang ada di saku dan langsung diberikan kepada ibu-ibu penyapu jalan itu. “Ya sudah, semoga itu berguna bagi ibu itu” gumamku dalam hati. Namun persoalannya, kalau jalan kaki ke kampus itu sangat jauh. Kembalilah saya termenung seraya memandang langit. Tak lama berselang, tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dengan begitu kerasnya yang diikuti dengan suara “Riann.. Riann” kaca mobil tersebut terbuka, ternyata paman saya. Beliau menawari saya untuk ikut ke mobilnya. Kebetulan, arah rumahnya sama dengan arah kampus saya. Setelah berbincang begitu banyak, beliau memberikan uang saku yang lumayan bisa membeli beberapa kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya. Alhamdulillah, rezeki anak shaleh. Akhirnya, cerita perjuangan tanggal tua saya berakhir dengan damai.

gambar6

Setelah semua kejadian tersebut, saya kapok sekapok-kapoknya untuk boros dalam hal keuangan. Seiring berjalannya waktu, saya bisa belajar bahwa uang itu tidak turun dari langit tapi membutuhkan usaha untuk mendapatkannya. Terlebih lagi, saya sekarang sudah berstatus sebagai karyawan dan menjadi tulang punggung keluarga, sehingga harus pintar-pintar mengatur keuangan. Harus berbelanja secara bijak, bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, serta tahu tempat-tempat berbelanja yang bisa lebih hemat, cepat dan tentunya aman.

Seiring berkembangnya teknologi, segala sesuatunya menjadi semakin mudah. Berbelanja misalnya, sudah banyak e-commerce di Indonesia yang menyediakan berbagai macam barang dengan diskon yang menarik. Hal ini sangat cocok bagi saya yang jarang mempunyai waktu untuk berbelanja diluar, hingga lebih memilih e-commerce sebagai tempat berbelanja. Selain mudah dan cepat, ternyata bisa jauh lebih hemat dengan adanya promo belanja online yang ditawarkan. Salah satu e-commerce terpercaya di Indonesia adalah MatahariMall,com. Salah satu kelebihan dari mataharimall.com yaitu selalu memberikan promo menarik untuk para konsumennya, termasuk saya dan Budi. Saya dan Budi selalu memanfaatkan promo yang ditawarkan oleh mataharimall.com. Eh ngomong-ngomong, sudah tahu Budi belum? Kalau belum, yuk nonton video berikut,

Nah, sekarang sudah tahu siapa Budi kan?
Ada yang mengalami nasib tanggal tua seperti saya atau Budi?
Intinya, sekarang adalah saatnya kalian berbelanja secara bijak dan mengatur pengeluaran sepintar-pintarnya. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan promo dari mataharimall.com. Tiap bulan bahkan di hari-hari istimewa, mataharimall.com selalu menyediakan promo menarik dengan diskon fantastis. Tersedia berbagai kebutuhan lengkap, mulai kebutuhan pokok dan lain sebagainya. Saya dan Budi bisa lebih hemat, masih bisa bergaya di tanggal tua berkat promo di mataharimall.com. Yuk cek promo menarik mataharimall.com di Promo Belanja Online Mataharimall.com dan jadilah Seperti Budi. Tampil Tampan/Cantik dan tidak mati gaya dengan promo mataharimall.com.
Terimakasih mataharimall.com 🙂

gAMBAR7

Keseluruhan gambar dan bahan editing merupakan hasil jepretan penulis.
Terkecuali gambar terakhir merupakan bahan dari google.com/picture-shopping
dan logo mataharimall.com
Iklan

29 thoughts on “45 Ribu di Tanggal Tua

  1. harda wijaya berkata:

    Kisah tanggal tuanya bikin gue senyum-senyum sendiri 😀
    Jadi ingat juga pernah ngabisin uang sekaligus padahal tanggal masih di angka 6 hahaha, Uang dipakai belanja emang gampang, nyarinya yang susah 😀

    • Penceloteh berkata:

      Hehehe Ternyata ada yang lebih parah nih dari pada saya 😀
      Bener banget bro, ngabisin uang emang gampang banget padahal nyarinya susah. musti kerja sampai 30 hari terus habisnya cuman 2 sampai 3 hari. #Miris.
      Nggak tahu sih apakah ini miris nasib atau karena kelakuan kita yang boros yah bro? 😀

      Eh jangan lupa bro, #JadiSepertiBudi dengan memanfaatkan berbagai promo mataharimall.com. Tahu kan mataharimall.com? Buruan cek promonya 🙂

  2. Mark Rhyantd Steavan I berkata:

    Kisahnya kasian amat .. Dari tanggal 12 sampai akhir bulan puasa terus tanpa sahur 😀 musti dicontoh nih yang mau diet. Tapi tulisannya keren, menyadarkan untuk tetap berhemat dan jangan boros.. 2thumbs

    • Penceloteh berkata:

      Tak apalah kalau mau nyontoh puasanya sebagai bagian dari DIET. Tapi jangan contoh borosnya yah soalnya bakalan lagi lagi kisah yang sama nanti hehehe.. Terimakasih bung mark, alhamdulillah jika pesan saya bisa ditangkap..

      Oh yah, jangan lupa bro, #JadiSepertiBudi dengan memanfaatkan berbagai promo mataharimall.com agar tanggal tua semakin hemat namun tetap bisa bergaya. Tahu kan mataharimall.com? Buruan cek promonya 🙂

    • Penceloteh berkata:

      Ya Allah, cerita seperti itu dibilang mantab =_=.. kasihan kali neng :”(

      Tak apalah, yang penting jangan boros yah 🙂
      Oh yah, jangan lupa yah neng, #JadiSepertiBudi dengan memanfaatkan berbagai promo mataharimall.com agar tanggal tua semakin hemat namun tetap bisa bergaya. Tahu kan mataharimall.com? Buruan cek promonya:)

  3. Yoonha Copter berkata:

    Edan banget hahaha
    Bisa banget yah uang 45 ribu di hematin sampai akhir bulan 😀 gue mah, sehari bakalan habis. Gila bener bisa puasa selama itu. Tapi gue akuin perjuangan abang yang satu ini. gue salut sama abang yang tidak minta uang lagi dengan orang tuanya.. #jempol.
    Eh si Budi mukanya konyol banget hahaha

    • Penceloteh berkata:

      hehehe 45 ribu itu dibuat sehemat mungkin soalnya mau gimana lagi, sudah tidak ada jalan lain.. itulah neng, ngabisin uang emang selalu cepet, jadinya puasa pun jadi jalan pelarian saat tanggal tua datang. Iya nih neng, soalnya sudah janji sama diri sendiri gak bakalan minta duit terus ama orang tua. makanya pas kejadian ini, tidak mau nelpon orang tua..

      Oh yah, jangan lupa yah neng, #JadiSepertiBudi dengan memanfaatkan berbagai promo mataharimall.com agar tanggal tua semakin hemat namun tetap bisa bergaya. Tahu kan mataharimall.com? Buruan cek promonya:)

  4. Agung Pratama berkata:

    Super sekali ceritanya Hahaha…
    Nggak tahu mau ekspresi apa saat baca ini. kadang mau ketawa tapi kasian juga hahaha… Keren bro ceritanya. btw. memang benar tuh, musti dibedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. jangan sampai keinginan melampaui kebutuhan.. Semoga kita tidak lagi termasuk dalam orang-orang yang boros 😀

    • Penceloteh berkata:

      Hehehe.. Asal jangan ekspresi ketawa sampai guling-guling, soalnya sama saja menertawakan orang diatas penderitaannya hehehe.. Betul sekali bro, kalau mau bisa mengatur keuangan dengan bijak, keta musti membedakan kebutuhan dan keinginan. lebih musti mendahulukan kebutuhan ketimbang keinginan. Amin Amin, semoga kita bisa berhemat hehehe 🙂

      Oh yah, jangan lupa yah bro, #JadiSepertiBudi dengan memanfaatkan berbagai promo mataharimall.com agar tanggal tua semakin hemat namun tetap bisa bergaya. Tahu kan mataharimall.com? Buruan cek promonya:)

  5. Deden Suriadi berkata:

    45 ribu tahan sampai akhir bulan?
    Luar biasa hematnya 😀 sayangnya hematnya karena sudah kejepit yah bang 😀
    Semoga bisa jadi pelajaran untuk semua orang termasuk saya pribadi.
    Memang sih, kadang di awal bulan selalu saja ada hal yang ingin mendorong kita untuk belanja, seperti yang abang bilang, tiba-tiba jadi “Anak Konglongmerat” wkwkwk..

    • Penceloteh berkata:

      Hahaha,, dalam keadaan kejepit memang semuanya bisa dilakukan Deden..
      Betul banget tuh, saat awal bulan emang seperti anak konglongmerat yang pengen beli semuanya. gesek sana gesek situ, kayak nggak tahu sisa saldonya berapa 😀 … Mungkin sudah jadi sifat buruk manusia kali deden hahaha

      Oh yah, jangan lupa yah deden, #JadiSepertiBudi dengan memanfaatkan berbagai promo mataharimall.com agar tanggal tua semakin hemat namun tetap bisa bergaya. Tahu kan mataharimall.com? Buruan cek promonya:)

  6. Jefri Solissa berkata:

    Baca ini jadi senyum-senyum sendiri. Senyum karena ingat masa lalu yang kejadiannya hampir sama dengan ceritanya rhyantd. Keren sekali dan merupakan kisah menegangkan juga. sempat puasa juga untuk menutupi keuangan hahaha.. Cuman bedanya saya agak lebih dikit uang pegangan sampai akhir bulan yaitu 100 ribu tapi ujung2nya juga tidak sampai akhir hahaha,, masa-masa kuliah memang ada-ada saja kejadiannya..
    Salut, uang 45 ribunya bisa tahan dan rhyantd ternyata juga bisa tahan. tahan penderitaan maksudnya hehehe 😀
    Menarik rhyantd ceritanya.. Tapi sekarang sudah tidak boros lagi kan??

    • Penceloteh berkata:

      Akhirnya ada yang ngaku punya kisah yang sama 😀
      iyah mas, masa-masa kuliah emang ada-ada aja yang bikin kehidupan jadi lebih berwarna :D, salah satunya yah kejadian setiap tanggal tua menyapa hehehe..
      Alhamdulillah, masih belum bisa menjamin bakalan boros lagi apa kagak 😀 cuman sudah masuk tahap pembelajaran hemat dan mulai tahu membedakan mana kebutuhan mana keinginan hehehe..

      Oh yah, jangan lupa mas jefri, #JadiSepertiBudi dengan memanfaatkan berbagai promo mataharimall.com agar tanggal tua semakin hemat namun tetap bisa bergaya. Tahu kan mataharimall.com? Buruan cek promonya:) dijamin membantu keuangan hemat deh hehehe 😀

  7. Ner Ardian berkata:

    Pernah juga kayak gini sampai-sampai saya di putuskan sama si do’i.. hari itu benar-benar berasa lirik lagu “Tak ada uang, abang kutendang” benar =_=..
    Tapi jempol deh sama dik rhyantd karena walaupun susah, tangannya tidak hemat untuk berbagi. Mantab. Sukses terus dengan karirnya dik

    • Penceloteh berkata:

      hehehe si Do’i sadis amat sih kak sampai ninggalin + Nendang gitu 😀
      Rhyantd doa’in deh semoga dapat yang lebih baik lagi dari sebelumnya dan bisa lebih pengertian hehehe..
      Saya kurang tahu juga tuh kak, sepertinya tangan saya memang rajin nyumbang ketimbang hati saya hehe,, itupun saat tangan nyumbang, hati cuman bisa merelakan :D, tapi alhamdulillah, tuhan masih sayang sama saya 😀

  8. Surya Blog berkata:

    Wah Wah Wah.. Sampai segitunya buat mempertahankan uang 45 ribunya. Kalau saya dalam kondisi itu pasti sudah stress berat :D. Tapi memang benar, kalau tanggal muda itu paling susah buat nahan uang keluar dari dompet. Apalagi kalau uang 100 ribu sudah pecah jadi uang 20 ribuan pasti lebih cepat habisnya. saya Sampai sekarang masih suka boros, walaupun sudah jadi karyawan, mungkin harus belajar berhemat dari si adek rhyantd :D. Sumpah, baca tulisanmu saya geleng-geleng kepala hehehe

    • Penceloteh berkata:

      Hehehe terimakasih sudah mampir kakak kece :D.. Bener bangert tuh kak, kalau malam minggu memang paling susah buat tidak ngeluarin duit 😀 bawaannya pengen belanja. apalagi kalau sudah ditargetkan bulan kemarin hahaha.. Belajar sih belajar kakak tapi jangan ngikut penderitaan saya :D.. Yang diikutin itu belanja di Mataharimall.com agar hemat hahaha soalnya banyak promo kak. BTW terimakasih sudah Membaca :). Ayo dong kak, update blognya lagi..

  9. Dahria 12 berkata:

    Haduhhh anakku kasian sekali, uanganya sisa 45 ribu padahal harus sampai akhir bulan.. Sini bunda pinjamin 😀 hehehe.. ceritanya unik dan menarik, penyajiannya juga ringan jadi enak untuk dibaca. Mengalir banget. Tak disangka saja bisa puasa tiap hari tanpa sahur #2thumbs. tapi tetap salut masih saja bisa nyumbang padahal dirinya sendiri dalam keadaan kurang. Anak bunda memang hebat hehehe.. Bunda mah alhamdulillah sudah tidak pernah khawatir lagi kalau tanggal tua karena sebagai ibu rumah tangga bunda dituntut untuk mengatur semuanya.. Pokoknya ceritanya keren Nak rhyantd

    • Penceloteh berkata:

      Haduh ada bunda blogger 😀 Jadi malu hihihi
      terimakasih penilaiannya bunda. kalau sudah bisa hemat, bunda emang hebat hehehe
      Oh yah bunda, jangan lupa, #JadiSepertiBudi dengan memanfaatkan berbagai promo mataharimall.com. Buruan cek promonya:) dijamin membantu keuangan jadi lebih irit bunda hehee

  10. Nino Niar berkata:

    Cerita pengalamannya unik banget ckckck
    sampai-sampai jadi kesinggung sendiri dengan kalimat “ATM yang digunakan terus untuk belanja” :D. Terkadang memang Tanggal tua sepertinya menjadi momok bagi semua orang di manapun ia berada.. Tetapi bila kita bisa memanage keuangan, insyaAllah momok tersebut bisa diatasi.. Kayak si Budi itu ya rhyantd..ckckkck

    • Penceloteh berkata:

      Betul banget. Jika kita bisa memanage keuangan dengan baik. Pasti bakalan selalu merasa cukup walaupun itu di tanggal tua :D.. Jangan lupa, cek promo di mataharimall.com 🙂

  11. Agung Mahendra (@AgungMahend_ra) berkata:

    Parah pengalamannya bro 😀
    Ternyata dirimu suka boros juga samapai-samapai uang hanya sisa 15 ribu, pakai minjam lagi baru genap 30 ribu hahhaa, Tulisannya bikin ngakak tapi ada pesan moral sih dan pelajaran juga agar kita tidak boleh boros kalau tidak mau sependeritaan dengan rhyantd 😀

    • Penceloteh berkata:

      Yah… Dianya ngakak diatas penderitaan gue =_=.. Terimakasih ketawanya bro hehehe.. diambil aja pelajarannya.. Semoga sukses selalu dan jangan lupa jadi seperti budi dengan memanfaatkan berbagai promo di mataharimall.com. OK 🙂

  12. Jejak Parmantos berkata:

    Hehe baru tanggal 12 uang sisa 45k, duh ngenes lah kl ini. Gak ada sistem ngebon diwarung terdekat tho? saya sih dulu ngebon, kl dapet kiriman baru dilunasi. Secara makan indomie terus2an gak baik mas 🙂

    • Penceloteh berkata:

      45 k itu sudah ngutang loh mas =_=. Di Makassar mana ada yang mau warungnya di utang :D. lagian takut ketergantungan sih mas kalau ngebon di warung :D.. Mending menderita tapi bisa mendapatkan pelajaran berharga hehehe.. Makan indomie terus-terusan memang tidak baik, namun apalah daya hanya itu yang tersisa 😀

Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s