Masih Ingatkah?

Aku ingin mengenang sebuah memori, memori yang membuat kita berdua jatuh ke dalam perasaan yang sama. Memori yang kuperoleh saat bulan februari menyapa. Meyapa dengan lembut hingga aku terbuai olehnya. Kadang, awan tiba-tiba mendung namun tidak hujan, sungguh tidak jelas cuaca saat itu. Namun, satu hal yang aku tahu, perasaanku sudah pas dan klop buatmu. Layaknya lirik dan melodi, yang selalu saling melengkapi dan mengisi. Kuberbalik, dan kudapati jendela kamar yang terbuka lebar. Ah, aku suka jendela yang terbuka seperti ini. Terbuka seperti mengenang memori, saat aku mengendap ke jendela kamarmu dan kubisikkan “I Love You”. Kalimat yang baru pertama kali kudengar saat SD itu, kini mulai aku pahami. Bagaimana denganmu?

masih-ingatkah1 Baca lebih lanjut

Iklan

Hello September

Hello September

Hello September…
Diawal kisahmu aku merasakan satu kata, yaitu “Ketidaksempurnaan”. Rupa-rupanya di bulan ini kita masih harus belajar tentang sebuah ketidaksempurnaan. Tentang bagaimana kita menyikapi dan memulai dari ketidaksempurnaan yang kita miliki. Kita selalu bisa belajar apapun, dari siapapun. Bahkan tokoh dan karakter dalam sebuah cerita fiksi karangan seorang penulis.  Baca lebih lanjut